Home / Reality/Fact

Thursday, 30 September 2021 - 22:13 WIB

Apakah benar dan masuk akal Amos Ky; Roby Yaam, Lukas Ky,  Yohanes Ky, Paulus Ky (Anak Yohanes Ky), Manfret Ky adalah pembunuh 4 anggota TNI di Maybrat ?

Foto penangkapan yang beredar di sosmed

Foto penangkapan yang beredar di sosmed

Realitas/Mari Kita Menjawab.

APAKAH BENAR DAN MASUK AKAL AMOS KY; ROBY YAAM, LUKAS KY,  YOHANES KY, PAULUS KY (ANAK YOHANES KY), MANFRET KY ADALAH PEMBUNUH 4 ANGGOTA TNI DI MAYBRAT ?

“Meskipun kebohongan itu lari secepat kilat, suatu waktu kebenaran akan mengalahkannya” (Prof. Dr. J.E. Sahetapy, SJ, MA).

Oleh Gembala Dr. Socratez Yoman

Para pembaca yang mulia dan terhormat, kita perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:

  1. Saudara-saudara, apakah kita lihat, saksikan dan marah-marah, caci-maki, menghina, diam/membisu dan biarkan saling persalahkan satu sama lain, karena orang asli Papua tewas ditembak TNI dari waktu ke waktu, anggota TNI dan orang pendatang tewas ditembak di Papua oleh orang-orang tidak jelas “kelompok abu-abu” belakangan ini?
  2. Sampai kapan kita mengorbankan rakyat kecil orang asli Papua dan orang pendatang yang tidak bersalah dan anggota TNI dan Kepolisian yang berpangkat kecil selama ini?
  3. Apakah benar Kepala Badan Intelijen Negara (KABINDA) Papua, Brigjen Gusti Putu Danny Karya Nugraha yang tewas ditembak di distrik Beoga, Kabupaten Puncak pada 25 April 2021 dilakukan oleh TPN-PB?
  4. Apakah benar kekerasan dan penembakan yang menewaskan orang asli Papua, warga sipil pendatang dan anggota TNI-Kepolisian di Nduga (2018), Intan Jaya (2019), Puncak (2021), Yahukimo (2021), Maybrat (2021), Pegunungan Bintang (2021) dilakukan oleh TPN-PB?
  5. Apakah benar  Amos Ky; Roby Yaam, Lukas Ky,  Yohanes Ky, Paulus Ky (Anak yohanes Ky, Manfret Ky pada
    tanggal 28 September 2021 di Jln. Kumurkek-Kokas, Kp. Kokas, Distrik Aifat, Kab. Maybrat, adalah pelaku penyerangan yang nenewaskan 4 anggota TNI di Maybrat pada 2 September 2021?
  6. Apakah masuk akal bahwa Amos Ky; Roby Yaam, Lukas Ky,  Yohanes Ky, Paulus Ky (Anak yohanes Ky), Manfret Ky yang terlihat orang-orang lugu, polos dan sederhana dan secara fisik tidak mendukung  ini berani  berhadapan dengan anggota TNI yang sudah terlatih secara fisik, mental dan selalu siap siaga ygng dilengkapi dengan alat persenjataan ini?
  7. Kalau benar???….Amos Ky; Roby Yaam, Lukas Ky,  Yohanes Ky, Paulus Ky (Anak yohanes Ky, Manfret Ky adalah pelaku penyerangan dan menewaskan 4 anggota TNI pada 2 September 2021, siapa aktor yang membuat skebario untuk mengorbakan anggota TNI yang berpangkat kecil ini?

Penulis masih dan tetap percaya pernyataan AC Manulang.
“Bukan tidak mungkin dan jarang terjadi jika berbagai kerusuhan di berbagai daerah terlepas dari aktor intelektual dari Jakarta. Ini tidak lepas kepentingan elit di Jakarta.” (AC Manulang-2012).

  1. Bagaimana kita percaya pembakaran pesawat MAF di Intan Jaya (6 Januari 2021), penembakan Kabinda Papua di Puncak (25 April 2021),  penembakan dua anggota TNI di Yahukimo (18 Mei 2021), penembakan 4 anggota TNI di Maybrat( 2 September 2021), penembakan dan pembakaran kantor di Pegunungan Bintang  pada 13 September 2021 hanya kita memperoleh informasi dari satu pihak?
  2. Kepentingan siapa dan untuk apa konflik kekerasan dan mitos-mitos, stigma dan label: separatis, opm, kkb dan teroris diproduksi, dijaga dan dibesar-besarkan melalui media-media utama di Indonesia yang dikontrol militer?

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah tahu dan menyadari atas pertanyaan-pertanyaan ini, bahwa kekerasan di Papua selama 58 tahun sejak 1 Mei 1963 dilakukan Negara dengan menggunakan kekuatan militer dan kepolisian.

BACA JUGA  PEMEKARAN 6 PROVINSI BONEKA DI PAPUA UNTUK MEMPERLUAS KOLONIALISME DENGAN 6 KODAM, 6 POLDA, 35 KODIM, 35 POLRES, 10 KOREM: TANAH PAPUA MENJADI RUMAH MILITER DAN KEPOLISIAN KOLONIAL INDONESIA

Walapun, penguasa Negara: Pemerintah dan TNI-Polri merekayasa dalam bentuk apapun, kebohongan tetap kebohongan. Kebohongan dan rekayasa ini semua telah menjadi luka membusuk dan luka bernanah di dalam tubuh bangsa Indonesia.

Penulis setuju dengan pendapat
Guru Besar Politik Internasional UPH Aleksius Jemadu merespons soal Papua yang mulai disorot Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Aleksius mengatakan, sorotan tersebut mesti menjadi perhatian bersama.

“Pernyataan sekjen PBB jadi lampu kuning untuk isu HAM di Papua,” kata Aleksius kepada GenPI.co, Senin (27/9).

“Lingkaran kekerasan hanya akan menyudutkan Indonesia di dunia internasional.”

Penulis juga setuju dengan pendapat Made Supriatna atas laporan yang diterbitkan Narasi TV.

“Dalam peta jelas ekali terlihat perusahan-perusahan yang bermain disana. Juga siapa-siapa yang terkait dalam kepemilikan saham-saham perusahan tersebut. Anda mungkin sudah tahu pertikaian Haris Ashar dan Fathia Maulidiyanti dengan Menteri Luhut Binsar Panjaitan?

Mereka berdua diadukan ke polisi karena dianggap mencemarkan nama baik Luhut yang dituduh memiliki saham di perusahan-perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Pegunungan Tengah itu.
Namun dari penelusuran pembuatan jalan dan pos-pos militer, terlihat bahwa pengamanan itu tidak berhenti di empat perusahan yang ada Intan Jaya. Ternyata ia mengarah pada satu tempat: Blok Wabu, kawasan pertambangan yang dulu dimiliki oleh Freeport. Blok ini kabarnya mengandung cadangan emas senilai kira-kira 250 trilyun rupiah.

BACA JUGA  PEMERINTAH INDONESIA JANGAN BERSEMBUNYI ATAU MELEMPAR TANGGUNGJAWAB KEPADA PARA TOKOH PAPUA DENGAN JADIKAN TOPENG WAYANG JAWA UNTUK POLITIK ADU-DOMBA ANTAR ORANG ASLI PAPUA

Siapa yang tidak ngiler dengan jumlah itu?  Di balik setiap perang, ada perebutan sumber daya. Tidak ada orang berperang untuk kesia-siaan. Bungkusnya mungkin nasionalisme, bendera, dan retorika berapi-api seperti harga mati. Tapi dibalik itu, selalu ada saudagar-saudagar dengan kotak kasir terbuka untuk menangguk keuntungan.

Lalu dimana letak orang Papua? Mereka selamanya tidak masuk dalam matriks kepentingan ekonomi. Benar bahwa TPNPB melakukan perlawanan. Namun perlawanan ini bisa dijustifikasi bukan? Kalau tanah Anda diambil isinya tanpa keuntungan apapun untuk Anda, apakah hanya akan menunggu dengan bodo-bodo di pinggir jalan? Lha wong rakyat Kendeng atau Wadas saja melawan ketika tanah mereka diambil.

Namun yang terjadi di Papua jauh lebih serius. Karena ini menyangkut masalah eksistensi sebagai sebuah bangsa – apakah mereka akan bisa bertahan atau musnah.”

Solusi yang diusulkan untuk menjadi terang beberapa pertanyaan ini sebagai berikut:

1.  Pemerintah membuka akses untuk Komisi  Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) supaya menemukan siapa pelaku penembakan Kabinpa Papua  di Puncak,  4 anggota TNI di Maybrat, di  Yahukimo, Pegunungan Bintang, Intan Jaya dan Nduga. Komisi PBB akan membantu mengungkap pelaku yang sebanarnya. Penulis sadar, solusi ini memang tidak disukai dan alergi bagi Indonesia.

  1. Indonesia mengijinkan diplomat asing dan wartawan asing untuk masuk ke Papua untuk melihat hasil pembangunan Otonomi Khusus 20 tahun dan melihat Papua secara dekat. Ini sangat membantu reputasi Indonesia di tingkat internasional.
  2. Indonesia membuka akses perundingan atau dialog damai yang setara dan bermartabat dengan ULMWP sebagai wadah politik resmi rakyat dan bangsa Papua Barat.

Sudah waktunya solusi damai akar sejarah konflik Papua-Indonesia yang kronis dan menjadi tragedi kemanusiaan harus ditemukan  demi keadilan dan martabat kemanusiaan. Kekerasan tidak pernah menyelesaikan masalah tapi melahirkan kekerasan yang lebih keras yang membawa korban sia-sia dari banyak pihak.

KITA HARUS HENTIKAN KEKERASAN DAN HENTIKAN REKAYASA UNTUK KEDAMAIAN SEMUA ORANG DI TANAH PAPUA.

Doa dan harapan penulis, tulisan ini menjadi berkat dan membuka sedikit tabir kegelapan di Papua.

Selamat membaca dan merenungkan!

Ita Wakhu Purom,  30 September 2021

Penulis:

  1. Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua.
  2. Anggota: Dewan Gereja Papua (WPCC).
  3. Anggota: Konferensi Gereja-Gereja⁰ Pasifik (PCC).
  4. Anggota Baptist World Alliance (BWA).

Share :

Baca Juga

Dr. Socratez Sofyan Yoman, MA

Papua

Rasisme, Kapitalisme, Militerisme Merupakan Akar Konflik Dan Mesin Kekerasan Kolonialisme Indonesia Di Papua Sejak 1 Mei 1963
Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua.

Reality/Fact

Press Release : Gembala Dr. Socratez S.Yoman,MA, Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua.
INDONESIA MENGHADAPI TANTANGAN

Reality/Fact

INDONESIA MENGHADAPI TANTANGAN SOLIDARITAS KEMANUSIAAN DARI ULMWP-MSG-PIF-ACP-MEDIA ASING- RAKYAT INDONESIA- RAKYAT PAPUA, DEWAN GEREJA PAPUA, 57 PASTOR PRIBUMI PAPUA & MASIH BANYAK LAGI
Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua.

Reality/Fact

POLITICS OF DIVIDE AND CONQUER AND SEPARATION OF THE INTEGRITY OF INDIGENOUS PAPUANS WITH THE IRRATIONAL & UNREALISTIC CREATION OF NEW PROVINCES IN PAPUA DUE TO THE FACT THAT THE TOTAL POPULATION OF THE PROVINCE OF PAPUA AND WEST PAPUA IS ONLY 4,392,024 PEOPLE
PGBBWP

Perspektif

Perdamaian Tanpa Keadilan Bukan Perdamaian Karena Syarat Utama Perdamaian Permanen Adalah Keadilan & Kebenaran
Benny Wenda

Reality/Fact

IRONI BERPIKIR PARA PENGUASA KOLONIAL MODERN INDONESIA UNTUK MEMUTARBALIKAN FAKTA OPERASI MILITER DAN PELANGGARAN BERAT HAM DI TANAH PAPUA YANG TERJADI SEJAK 1 MEI 1963 SAMPAI TAHUN 2021
Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua

Reality/Fact

BANGSA INDONESIA MEMISKINKAN BANGSA PAPUA DENGAN SISTEMATIS SELAMA 58 TAHUN SEJAK 1 MEI 1963 SAMPAI SEKARANG 2021
Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua.

Reality/Fact

POLITIK ADU-DOMBA & PEMISAHAN KEUTUHAN ORANG ASLI PAPUA DENGAN RENCANA PEMEKARAN PROVINSI BARU DI PAPUA YANG TIDAK RASIONAL DAN REALISTIS KARENA JUMLAH PENDUDUK PROVINSI PAPUA DAN PAPUA BARAT HANYA 4.392.024 JIWA