Home / Article

Friday, 8 October 2021 - 20:55 WIB

Artikel Teologis “ENYAHLAH, IBLIS”

Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua. Gembala DR. A.G. Socratez Yoman,MA

Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua. Gembala DR. A.G. Socratez Yoman,MA

ARTIKEL TEOLOGIS “ENYAHLAH, IBLIS”

Oleh Gembala Dr. Socratez S.Yoman

1. Pendahuluan

Kekita kita berbicara fakta, dan kebenaran sejarah, kita disebut provokator dan penghasut. Ketika kita berbicara tentang tanah leluhur kita yang diduduki dan dirampok, kita disebut provokator dan penghasut. Ketika kita bersuara tentang penderitaan rakyat dan bangsa kita yang ditindas dan dijajah, kita disebut provokator dan penghasut. Ketika kita membela martabat dan kehormatan bangsa kita, kita dituduh provokator dan penghasut. Ketika kita bersuara untuk yang tak bersuara bagi umat Tuhan, kita disebut provokator.

2. Iblis Lebih pandai menggunakan ayat-ayat Firman TUHAN.

Rasul Matius memberikan informasi tentang Iblis yang merekayasa ayat Firman Allah untuk menjatuhkan Yesus. Iblis juga meminta Yesus menyembah Iblis dengan angkuh dan sombongnya. Iblis menganggap, Ia segala-galanya.

Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jikalau Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.”

Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Kemudian Iblis membawa-Nya ke kita Suci dan menempatkan Dia di bumbungan Bait Allah. Lalu berkata kepada-Nya: “Jikalau Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: “Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”

BACA JUGA  MENCARI BERKAT ATAU KUTUK

Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”

Lalu Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya dan berkata kepada-Nya:

“Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (Matius 4:3-10).

3. Rakyat & bangsa West Papua dipaksa menyembah Pancasila, UUD45 & NKRI

Para pembaca, terutama bagi warga Kristen membaca, mendengar dan beriman tentang Firman Tuhan, Yesus dicobai dan dipaksa untuk menyembah Iblis. Hampir sama, tapi di era yang berbeda Iblis mencobai Yesus, sedangkan di era sekarang dan selama ini rakyat dan bangsa West Papua dipaksa menyembah pada Pancasila, UUD45 & NKRI yang tidak pernah ada di Tanah leluhur kami.

Pemaksaan ini dilihat juga melalui pepera 1969, Duta Besar pemerintah Ghana, Mr. Akwei mempertanyakan dalam Sidang Umum PBB:

“…yang dilaporkan oleh perwakilan pemilihan bebas adalah fenomena asing dimana Menteri Dalam Negeri Indonesia naik di mimbar dan benar-benar kampanye. Dia, Menteri Dalam Negeri Indonesia meminta anggota-anggota dewan musyawarah untuk menentukan masa depan mereka dengan mengajak bahwa mereka satu ideologi, Pancasila, satu bendera, satu pemerintah, satu Negara dari Sabang sampai Merauke…” (Sumber: Laporan PBB, 19 November 1969, paragraf 28, hal. 42).

BACA JUGA  Para Jenderal BerbintangĀ  “Berperang” Melawan Lukas Enembe Gubernur Papua Kepentingan Politik Tahun 2024

Setelah dipaksakan tinggal dalam Indonesia dan dijanjikan kosong kepada perserta pepera 1969 oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia.

“…Pemerintah Indonesia berkeinginan dan mampu melindungi untuk kesejahteraan rakyat Irian Barat; oleh karena itu, tidak ada pilihan lain, tetapi tinggal dengan Republik Indonesia.” (Sumber: United Nations Doc. A/7723,Annex 1, paragraph 251, p. 70).

Keadaan rakyat dan bangsa West Papua sangat paradoks dengan apa yang dijanjikan oleh pemerintah Indonesia.

“Pemerintah Indonesia berkeinginan dan mampu melindungi untuk kesejahteraan rakyat Irian Barat…” TETAPI, sayang, kenyataan dimata kita hari ini, Indonesia membantai rakyat West Papua dan menuju pada PEMUSNAHAN penduduk Asli Melanesia. Pemerintah Indonesia membuat rakyat dan bangsa West Papua tidak punya masa depan.

4. Kesimpulan

“Enyahlah, Iblis, dari Negeri dan Tanah Leluhur kami. Kami bisa hidup damai dan terhormat TANPA Indonesia. Kami.mampu dan sanggup membangun rakyat dan bangsa kami tanpa penguasa kolonial Indonesia yang berkultur militer yang kejam, brutal dan pembohong.

Terima kasih.

Ita Wakhu Purom, 4-8-2018;06:37AM

Share :

Baca Juga

PGBBWP

Article

Akar Konflik Papua Sudah Menjadi ‘Kanker Atau Tumor Ganas’ Di Dalam Tubuh Bangsa Indonesia, Akibat Penyakit Diskriminasi Rasial, Fasisme, Militerisme, Kapitalisme, Kolonialisme, Ketidakadilan, Dan Pelanggaran Berat Ham Selama 58 Tahun Sejak 1 Mei 1963-Sekarang

Article

Harkat Dan Martabat Kemanusiaan Orang Asli Papua Tidak Bisa Diukur Dengan Nilai Uang

Article

Ada Apa KPK, Budi Gunawan Kepala Bin, Partai PDIP Dengan Gubernur Papua Lukas Enembe?
Dr. Socratez Sofyan Yoman, MA

Article

KONSTITUSI NEGARA REPUBLIK INDONESIA MEMBERIKAN JAMINAN UNTUK REFERENDUM RAKYAT PAPUA
pdt-socratez-sofyan-yoman

Article

Artikel HUT 60 Tahun Bangsa Papua 1 Desember 1961- 1 Desember 2021

Article

APA ARTINYA OTONOMI KHUSUS DALAM PERSPEKTIF ORANG ASLI PAPUA?
Dr. Socratez Sofyan Yoman, MA

Article

SAYA BUKAN BANGSA BUDAK (Dulu Saya Bangsa Merdeka/Berdaulat Penuh Di Negeri Sendiri, Kini Menjadi Bangsa Budak & Tertindas Bangsa Kolonial Moderen Indonesia)
Dr. Socratez Sofyan Yoman, MA

Article

Bayang-Bayang Resolusi PBB Tentang Papua Dan Embargo Ekomomi Untuk Indonesia