Home / Reality/Fact

Thursday, 27 January 2022 - 01:09 WIB

Dewan Gereja Papua dan Pastor Pribumi menanggapi Pa Peter Prove bicara Pelanggaran HAM di Papua bukan Ruang Kosong

PRESIDENT-GIDI-PDT.-DORMAN-WANDIKBO

PRESIDENT-GIDI-PDT.-DORMAN-WANDIKBO

DEWAN GEREJA PAPUA DAN PASTOR PRIBUMI MENANGGAPI PA PETER PROVE BICARA PELANGGARAN HAM DI PAPUA BUKAN RUANG KOSONG

Peter Prove pernah datang tahun 1999 waktu maraknya Orang Papua minta Referedum. Waktu itu Mantan Ketua Sinode GKI, Pdt. Herman Saud antar Pa Peter Prove ke Uskup Leo, dan saya di Wamena Gembala GIDI merangkap Ketua Klasis , Pa Peter Prove lihat dan kembali.

Peter Prove telah datang 20 tahun sebelumnya kemudian (18/02/2019) Dewan Gereja Dunia datang lagi dengan Rombongan yang lebih besar lagi diantaranya; Dewan Gereja Pasifik , Keuskupan Australia dan Dewan Gereja Papua jemput langsung di Bandara Sentani. selanjutnya menuju ke Wamana melihat Pengungsi dari Nduga.

Dia tau semua berita-berita tentang Papua , sebelum tinggalkan Papua, Pa Peter Prove katakan :

” Situasi HAM Papua Dulu dan Sekarang Sama.” Oleh karena itu kita Jangan DIAM.

BACA JUGA  MEDIA MASSA ADALAH JANTUNG BANGSA ATAU NEGARA DALAM NEGARA

Janganlah kamu diam karena takut kepada mereka yang dapat membunuhmu. Cukup sudah 58 tahun kamu diam.

  1. Pelanggaran HAM Orde lama: Presiden Soekarno terjadi Pepera thn 1969 dan Penandatanganan Kontrak kerja Freeport pada 7-April 1963 .
  2. Pelanggran HAM Orde baru era Presiden Soeharto : Bubarkan Negara bangsa west Papua, Transmigrasi penuhi tanah Papua dan Ruang Demokrasih atau Penegakan HAM tdk mendapatkan tempat
  3. Pelanggaran HAM Era Reformasih era Presiden Habibie dan Gusdur buka Revormasih terbuka lebar kembali tetapi Pelanggaran HAM Trus berjalan Biak berdarah, wamena berdarah, Abepura berdarah, Nabire berdarah dll.
  4. Otsus era SBJ dan Presiden Jokowi Bpk Theis Hiyo Eluway di bunuh oleh kopasus tgl 10-11-2021, Oprasih Militer sampai hari ini thn 2022 banyak pengungsi Pendeta di tembak mati masyarakat sipil kehilangan tempat tinggal.
  5. Pelanggaran HAM era Otsus kedua mengingatkan kita bunyi LONCENG OAP Menuju kepunahan.
BACA JUGA  Anjing menggonggong di belakang, saudagar (ULMWP) terus melaju dengan inovasi dan kreativitasnya

Bukan rahasia lagi media- Media Indo. dipenuhi berita yang bernada kepalsuan terhadap Orang Papua . Ingat , lambat atau cepat – percaya atau tdk orang PASTI Keluar dari pemerintahan Firaun Moderen ini .

Kita harus bersuara melawan ketidakadilan di negeri ini. Jika ada istilah, jagad Indonesia mulai bermunculan orang-orang yang tidak waras, penuh kebencian, mari yang waras bicara dengan suara yg lembut bicara Kebenaran , keadilan dan Kemanusiaan krn hak utk hidup manusia itu sama di hadapan Tuhan .

Kita harus bersatu dan jangan hidup terpolarisasi dengan berbagai identitas kelompok yang suprematif. Di tanah Papua , Siapapun anda kalau kulitmu hitam dan rambutmu kriting ? harus berani bersuara kepada si Pembunuh di negeri multikultural ini, krn negara tidak hadir dalam kasus-kasus pelanggaran HAM di tanah Papua.

Jayapura 25-2-2022 .

Oleh : Pdt Dorman Wandikbo.
Presiden GIDI.

Share :

Baca Juga

Dr. Socratez Sofyan Yoman, MA

Reality/Fact

Kita Berbeda Dalam Pandangan Ideologi Dan Keyakinan Iman, Tapi, Kita Tetap Bersaudara Dalam Nilai Kemanusiaan & Kesamaan Derajat
pdt-socratez-sofyan-yoman

Reality/Fact

Presiden Benny Wenda Dan Pemerintah Sementara Ulmwp Telah Capai Kemenangan Besar Bangsa Papua
Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua.

Reality/Fact

POLITIK ADU-DOMBA & PEMISAHAN KEUTUHAN ORANG ASLI PAPUA DENGAN RENCANA PEMEKARAN PROVINSI BARU DI PAPUA YANG TIDAK RASIONAL DAN REALISTIS KARENA JUMLAH PENDUDUK PROVINSI PAPUA DAN PAPUA BARAT HANYA 4.392.024 JIWA

Reality/Fact

Abdurrahman Wahid-Gur Dur (Alm) Manusia Berbudi Luhur Yang Selalu Ada Di Hati Orang Asli Papua
Image

Reality/Fact

OTONOMI KHUSUS PAPUA MESIN PEMBUNUH, PEMUSNAH DAN PERUSAK MASA DEPAN ORANG ASLI PAPUA
pdt-socratez-sofyan-yoman

Reality/Fact

PEMEKARAN 6 PROVINSI BONEKA DI PAPUA UNTUK MEMPERLUAS KOLONIALISME DENGAN 6 KODAM, 6 POLDA, 35 KODIM, 35 POLRES, 10 KOREM: TANAH PAPUA MENJADI RUMAH MILITER DAN KEPOLISIAN KOLONIAL INDONESIA
Foto Saat pengibaran Bendera Bintang Kejora/ Morning Star flag

Reality/Fact

Jenderal Tadius Yogi: Bangsa Indonesia Tidak Punya Tanah Atau Dusun Di Tanah Papua Barat
pdt-socratez-sofyan-yoman

Reality/Fact

Otsus Jilid 2 Dan 3 DOB Boneka Indonesia  Di Tanah Papua Itu Sumber Kutuk, Murka, Malapeta Dan Musibah Nasional