Home / Open Letter / Papua / Papua Church Council

Wednesday, 16 June 2021 - 22:06 WIB

Dewan Gereja Papua (WPCC) mengutuk Presiden Jokowi dalam surat terbuka News | 15 Juni 2021

West Papuan Council of Churches

Pastor. Benny Giay (Moderator),
Pastor Andrikus Mofu,
Pastor Dorman Wandikbo and
Pastor Socratez Yoman

West Papuan Council of Churches Pastor. Benny Giay (Moderator), Pastor Andrikus Mofu, Pastor Dorman Wandikbo and Pastor Socratez Yoman

Dewan Gereja Papua (WPCC) mengutuk Presiden Jokowi dalam surat terbuka
———————————
News | 15 Juni 2021

Dalam serangkaian surat terbuka, Dewan Gereja-Gereja West Papua (WPCC) telah menulis surat kepada Presiden Indonesia Joko Widodo, Gubernur Provinsi Papua, dan Kapolri untuk Papua, mengkritik kegiatan militer baru-baru ini dan menyerukan pengambilan langkah-langkah untuk mencapai ‘perdamaian abadi di tanah Papua’.

WPCC, yang mewakili empat denominasi Kristen utama di West Papua, menjadi semakin vokal menentang pemerintahan kolonial Indonesia, setelah baru-baru ini menyerukan penyelidikan PBB yang mendesak terhadap pelanggaran hak asasi manusia di wilayah tersebut.

Dalam surat mereka kepada Presiden Widodo, WPCC berpendapat bahwa tindakan Indonesia di West Papua diwarnai oleh ‘pandangan kolonial’, dan menuduh Pemerintah Indonesia secara berturut-turut memperlakukan orang Papua seperti monyet (‘bangsa yang hidup di pucuk pohon… koruptor dan manusia zaman batu’ ).

WPCC juga mengkritik penetapan Widodo terhadap Gerakan Papua Merdeka (OPM) sebagai organisasi teroris, dengan alasan bahwa dalam pelarangan OPM Widodo telah memastikan bahwa Papua sendiri ‘telah ditetapkan sebagai daerah teroris’.

Keputusan untuk melabeli OPM dengan cara ini datang ketika serangan militer telah memaksa ribuan orang meninggalkan Kabupaten Puncak, menambah penderitaan ribuan pengungsi Papua yang juga mengungsi dari kabupaten Nduga dan Intan Jaya. Memang, Presiden sementara Benny Wenda telah menyatakan bahwa tindakan Pemerintah Indonesia lebih cocok dengan label ‘teroris’.

Indonesia juga dituduh melakukan kemunafikan, dengan Pemerintah telah mengutuk pelanggaran hak asasi manusia baru-baru ini terhadap orang Palestina dan Rohingya sambil terus menundukkan orang Papua pada proyek kolonialisme di pemukiman mereka sendiri.

BACA JUGA  Moral Call West Papua Council Of Churches

Tindakan keras baru terhadap perlawanan Papua menyusul berbulan-bulan meningkatnya ketegangan di wilayah yang diduduki secara ilegal. Menyusul keputusan untuk melabeli OPM sebagai teroris, Indonesia secara signifikan meningkatkan operasi militer mereka, mengerahkan skuadron elit 400 tentara, yang dikenal sebagai ‘pasukan setan’ dan dilatih dalam genosida di Timor-Leste, ke kabupaten Nduga. Layanan internet ke beberapa bagian West Papua juga terputus, meningkatkan kekhawatiran akan pembantaian yang akan datang.

Eskalasi ini sebagian didorong oleh usulan perpanjangan undang-undang ‘Otonomi Khusus’, yang akan berakhir tahun ini dua dekade setelah pertama kali diterapkan. Dalam surat-surat mereka, WPCC mengkritik Otonomi Khusus, menambahkan suara mereka ke sejumlah orang West Papua yang secara damai memprotes penerapannya kembali. Lebih dari 750.000 orang Papua yang kini telah menandatangani petisi anti Otonomi Khusus, malah meminta Jakarta untuk akhirnya menghormati hak mereka untuk menentukan nasib sendiri melalui referendum kemerdekaan.

BACA JUGA  1 DESEMBER 1961 HARI KEMERDEKAAN BANGSA PAPUA

Sambil menyampaikan belasungkawa untuk tentara Indonesia yang tewas dalam kecelakaan kapal selam angkatan laut, surat terbuka itu juga menghukum Jokowi dan mengingatkannya akan janjinya yang tidak terpenuhi untuk bertemu dengan kelompok-kelompok pro-referendum, termasuk ULMWP.

Menulis kepada Kapolri untuk wilayah Papua, WPCC mengecam penangkapan ilegal aktivis kemerdekaan Victor Yeimo dan menyerukan pembebasannya segera. Karena Yeimo mempraktekkan protes damai dan pembangkangan sipil, penangkapannya dan penahanan selanjutnya menunjukkan bahwa Indonesia bermaksud menggunakan sebutan teroris OPM untuk menindak semua bentuk perlawanan, kekerasan atau sebaliknya.

DEWAN GEREJA PAPUA

  1. Pdt. Benny. Giay
  2. Pdt. Andrikus. Mofu
  3. Pdt. Dorman. Wandikbo
  4. Pdt. Socratez.S.Yoman

Share :

Baca Juga

Open Letter

SURAT PROTES TERBUKA Kepada Yth : Mentri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Republik Indonesia
pdt-socratez-sofyan-yoman

Papua

JUMLAH BUKU YANG AKAN DICETAK SEBANYAK 10.000 BUAH (SEPULU RIBU BUKU).
Papua Church Council

Open Letter

Surat Gembala : Dewan Gereja Papua Menyikapi Situasi Papua 27-Juni 2021
pdt-socratez-sofyan-yoman

Papua

Lukas Enembe, Gubernur Papua Adalah Wajah Tuhan Dan Suara Tuhan Yang Nyata Di Tanah Papua
Lukas Enembe, S.I.P., M.H.

Govermment

GUBERNUR PAPUA LUKAS ENEMBE TIDAK SETUJU PEMEKARAN PROVINSI PAPUA

Open Letter

SURAT TERBUKA UNTUK BPK MENTERI DALAM NEGERI.

Papua

Aceh Vs Papua Di Final Pon Sepak Bola, Sebuah Sejarah Yang Terulang! Kamis Tgl 16 September Di Tahun 1993, 28 Tahun Silam
Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua.

Papua

Nubuatan ini, saya tulis dengan  pensil tulang -belulang dan tintanya air mata dan darah rakyat dan bangsa Papua Barat.