Home / Papua

Tuesday, 25 January 2022 - 20:43 WIB

Dr. Muhammad Karnavian Tito, jangan menerapkan pemerintahan premanisme, rasisme, fasisme dan pemaksaan di Papua

Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D.

Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D.

“Menteri Dalam Negeri Indonesia, pak Jend (Purn.Pol) Haji Dr. Muhammad Karnavian Tito, jangan menerapkan pemerintahan premanisme, rasisme, fasisme dan pemaksaan di Papua. Belajar banyak proses mengurus, merawat dan membangun pemerintahan dan bangsa dengan prosedur pemerintahan yang benar, sehat dan kuat. Cara-cara premanisme, rasis, fasis dan pemaksaan kehendak ini sedang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pak Mendagri,  Ingat! Sesuatu yang ditanam dan dibangun dengan cara-cara paksa dan premanisme tidak pernah berumur panjang, pasti hilang atau lenyap.

Sejarah membuktikan bahwa semuanya itu selalu hancur dengan nilai keadilan dan kebenaran. Berhenti memaksa pak Lukas Enembe, Gubernur Papua. Hargai proses pemulihan kesehatan pak Lukas Enembe. Berhentilah pemerintahan yang berwatak premanisme, rasis dan fasis serta pemaksaan. Sangat memalukan!”

BACA JUGA  Pemerintah Indonesia Dan DPR RI Adalah Separatis

(Dari Gembala Dr. Socratez Yoman,MA. Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua).  Ita Wakhu Purom, 25 Januari 2022

Share :

Baca Juga

Papua

MARI, KITA BERDOA UNTUK KESEMBUHAN BAPAK LUKAS ENUMBI/ENEMBE GUBERNUR RAKYAT PAPUA

Papua

Klarifikasi: Lukas Enembe Gubernur Papua Bukan Berpura-Pura Sakit Dan Menghindari Panggilan KPK

Papua

ULMWP: CAP OPM-KKB TERORIS CIPTAAN KOLONIAL

Papua

Saya anak Yahukimo. Saya perlu pendidikan. Dalam membangun SDM di Yahukimo menjadi misi utama saya
TIM HUKUM & ADVOKASI GUBERNUR PAPUA

Papua

Siaran Pers Tim Hukum & Advokasi Gubernur Papua

Papua

NILAI-NILAI LUHUR & ILAHl DALAM PERADABAN HIDUP SUKU LANI
Dr. Socratez Sofyan Yoman, MA

Papua

Rasisme, Kapitalisme, Militerisme Merupakan Akar Konflik Dan Mesin Kekerasan Kolonialisme Indonesia Di Papua Sejak 1 Mei 1963

Papua

Apakah Dalam Ibadah Paskah Kebangkitan Yesus Kristus Pada 17 April Ada Yang Berdoa  Di Mimbar Untuk Papua Merdeka , ULMWP, TPN-PB, KNPB?