Home / Preaching

Saturday, 15 August 2020 - 00:00 WIB

KHOTBAH DENGAN TEMA: APAKAH GEREJA DITUTUP KARENA VIRUS CORONA/COVID 19 ?

Foto (Presiden Persekutuan Gereja-Gereja Baptis West, Dr.Socratez S.Yoman, M.A

Foto (Presiden Persekutuan Gereja-Gereja Baptis West, Dr.Socratez S.Yoman, M.A

KHOTBAH DENGAN TEMA:

APAKAH GEREJA DITUTUP KARENA VIRUS CORONA/COVID 19 ?

Oleh Gembala Dr. Socratez S. Yoman, MA

  1. PENDAHULUAN

Saudara-saudara yang Tuhan Yesus kasihi. Kita semua diliputi ketakutan & digoncangkan dengan ancaman bahaya virus corona/covid-19 yang sangat mematikan dengan penyebaran yang sangat cepat dalam skala global yang tidak mengenal dengan batas-batas kedaulatan negara dan kekuasaan manusia.

Dalam khotbah ini, saya tidak membahas tentang bahaya virus corona/covid-19. Karena saya bukan orang yang berprofesi medis. Karena kita sudah ditolong dan dibantu oleh para medis dan para ahli penyakit virus ini supaya kita mengerti dan menghindari virus yang mengancam kemanusiaan kita.

Saudara-saudara terkasih, umat Tuhan yang disebut Gereja sebagai orang-orang kudus dan imamat rajani di mana saja Anda berada bersama keluarga terkasih dan juga di tempat tugas.

Anda dan saya sudah ditebus dengan darah Yesus Kristus yang mahal yang telah tercurah di kayu salib di Golgota. Kita sudah diselamatkan dan dibebaskan dari belenggu kuasa Iblis dan kuasa dosa, kita didamaikan dengan Allah dan juga didamaikan dengan sesama manusia serta kita sudah diberikan kepastian jaminan pengharapan hidup kekal. Karena Yesus Kristus adalah kebangkitan dan jalan dan hidup.

“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya” (Yohanes 11:25-26). Karena, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6).

Dengan keyakinan iman ini, kita beriman bahwa kita ada kuasa dari Tuhan Yesus untuk melawan kuasa virus corona.

“Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang membahayakan kamu.” (Lukas 10:19).

Selain ada kuasa dari Tuhan Yesus Kristus kepada kita, ada nasihat bijak kepada kita sebagai berikut:

“Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka” (Amsal 22:3).

Tuhan buat manusia dengan dua mata supaya melihat masalah dengan jelas dan terang tentang kebaikan Tuhan dan juga tentang bahaya-bahaya yang mengancam kita.

Tuhan membuat kita dengan dua telinga supaya mendengar dengan baik dan sempurna suara Tuhan dan juga kita mendengar tentang berita-berita yang mengancam dan membahayakan kita.

Mata kita melihat dan telinga kita mendengarkan ada keputusan penting dari pemerintah di masing-masing Negara dan wilayah mereka bahwa warga gereja ibadah di rumah masing-masing untuk langkah pencegahan (preventif) dan meminimalisir resiko-resiko yang lebih luas dan berat.

Tuhan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya dan kepada kita semua sebagai orang-orang kudus dan imamat rajani:

“…Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul di dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka” (Matius 18:20).

  1. GEREJA TIDAK DITUTUP

Siapa bilang Gereja ditutup?

Siapa bilang gereja dilarang beribadah? Apa itu sebenarnya Gereja?

Apakah gedung ibadah yang megah dan kokoh berdiri itu disebut Gereja?

Menurut iman saya, gedung ibadah yang kokoh dan megah dibangun dengan tangan manusia itu bukan Gereja yang sebenarnya. Gedung itu dibangun dengan kayu, semen, senk, pasir, batu dan bahan-bahan lainnya itu, supaya orang-orang kudus yang diselamatkan oleh Allah melalui Yesus Kristus dapat bersekutu dan beribadah bersama untuk memuji, membesarkan dan mengangungkan nama Tuhan di dalam gedung atau tempat yang layak dan nyaman. Supaya Gereja Tuhan tidak kehujanan, tidak kepanasan, tidak diganggu dengan angin dan juga debu serta gangguan-gangguan lainnya.

  1. GEREJA YANG SEBENARNYA

Saudara-saudara, orang-orang kudus dan yang beriman kepada Tuhan Yesus Kristus. Mari, kita melihat dan belajar tentang Gereja sesungguhnya. Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja bertanya kepada murid-muridNya.

“Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”

Murid-murid-Nya sampaikan kepada Tuhan Yesus. “Ada yang mengatakan Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.”

Kepada murid-murid Yesus yang tiap-tiap hari bersama-sama dengan Dia, makan bersama Dia, jalan bersama Dia, berdoa bersama Dia, melihat banyak tanda-tanda mujizat, air menjadi anggur, angin ribut diredakan, orang sakit disembuhkan, orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, 5 roti dan 2 ikan dilipatgandakan, orang mati dibangkitkan juga ditanyakan iman mereka.

“Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”

Simon Petrus menjawab: “ENGKAU MESIAS, ANAK ALLAH YANG HIDUP!”

Kita lihat jawaban iman yang sempurna dan tegas dari Simon Petrus, tanpa ragu-ragu dan bimbang. Karena itu, kata Yesus kepada-Nya (kepada Petrus):

“Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga…” (Matius 18:14-19).

Karena Simon Petrus percaya kepada Yesus dan mengatakan bahwa “Engkau Mesias Anak Allah yang hidup”, maka Yesus mengatakan kepada Simon Petrus adalah batu karang dan Gereja-Ku atau Jemaat-Ku.

Jadi, ketika Anda, saya dan juga setiap pribadi manusia percaya Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, mereka berhak dimeteraikan dan dikuduskan serta ditetapkan menjadi gereja-Nya atau jemaat-Nya oleh Allah dengan kedaulatan-Nya.

Rasul Paulus menegaskan: “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.” ( 1 Korintus 3:16-17).

Lebih jauh rasul Paulus meyakinkan kita. “…tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! (1 Korintus 6:19-20).

Dalam Kitab Suci Perjanjian Lama, TUHAN Allah berkata kepada bangsa Israel dan juga Gereja-Nya dewasa ini.

“Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang mempunyai seluruh bumi.” (Keluaran 19:5).

TUHAN Allah menyampaikan kepada raja Salomo tentang Gereja-Nya atau rumah-Nya yang kudus, yaitu orang-orang kudus.

“Sekarang telah Kupilih dan Kukuduskan rumah ini, supaya nama-Ku tinggal di situ untuk selama-lamamya, maka mata-Ku dan hati-Ku akan ada di situ sepanjang masa.” (2 Tawarikh 7:16.).

Raja Salomo sangat mengerti apa arti dari tempat kudus dan rumah kudus. Raja Salomo tidak memandang Bait Allah yang dibangun adalah rumah Allah atau tempat kediaman Allah. Raja Salomo mengatakan Bait Allah yang dibangun hanya untuk membakar korban di hadapan TUHAN. Allah tidak ada dalam gedung/baik yang dibangun dengan tangan manusia.

Raja Salomo menegaskan: “…siapa yang mampu mendirikan suatu rumah bagi Dia, sedangkan langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Dia? Dan siapakah aku ini, sehingga aku hendak mendirikan suatu rumah bagi Dia, kecuali sebagai tempat untuk membakar korban di hadapan-Nya.” (2 Tawarikh 2:6).

Keyakinan iman dari raja Salomo menjadi jelas bagi kita semua. Raja Salomo menyadari bahwa TUHAN tidak bisa dikurung dalam sebuah gedung yang dibangun dengan tangannya. Karena Tuhan itu berkuasa dan Tuhan Allah itu Roh. Raja Salomo memberitahukan kepada kita bahwa Bait Allah yang dibangun itu “… sebagai tempat untuk membakar korban di hadapan-Nya” bukan rumah TUHAN.

Dalam surat Ibrani juga diberikan pengajaran kepada kita semua.

“…Musa memang setia dalam segenap Rumah Allah sebagai pelayan untuk memberi kesaksian tentang apa yang akan diberitakan kemudian, tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan.” (Ibrani 3:6).

Lebih jauh Tuhan Yesus memberikan tugas kepada rasul Simon Petrus. Gembalakanlah domba-domba-Ku…Gembalakanlah domba-Ku…Gembalakanlah domba-domba-Ku dengan kasih yang murni dan suci. (Yohanes 21:15-19).

Jadi, kita semua sering kali keliru dalam membangun iman dan rohani kita. Kita sering katakan gedung ibadah yang tumpukan benda-benda mati dan fana itu disebut Gereja. Dalam pemahaman teologi kita yang keliru dan salah ini, maka kita tidak bertumbuh dan berakar dengan baik dalam Tuhan.

Apakah kita hanya menjadi orang-orang yang rajin berkunjung ke gedung ibadah setiap hari minggu?

Apakah kita tidak menyadari bahwa kita adalah Gereja Tuhan, Rumah Tuhan, Bait Suci dimana Tuhan Yesus berdiam?

Ataukah kita hanya pemain musik di gedung ibadah? Apakah kita hanya anggota paduan suara di gedung ibadah? Apakah kita hanya pintar berorasi dengan khotbah yang hebat dan kata-kata luar biasa dalam doa tapi tidak mengerti arti Gereja sesungguhnya?

  1. KAMI MEMBANGUN GEREJA

Sudah lama, sejak saya masih kecil di kampung sampai hari ini, saya masih mendengar kalimat: “Saya atau Kami Bangun Gereja.”

Saudara-saudara, sebenarnya Anda bukan bangun Gereja. Anda membangun tempat atau gedung ibadah. Supaya Gereja Tuhan atau Jemaat Tuhan sebagai orang-orang kudus bersekutu sehati, sefikir, seiman untuk bersama-sama memuliakan nama Tuhan Yesus Kristus di dalam gedung itu.

Gereja sebenarnya itu dibangun oleh Tuhan di atas batu karang yang teguh. Gereja itu didirikan oleh Tuhan di atas orang-orang benar dan kudus. Gereja itu ditetapkan dan dimeteraikan oleh Yesus Kristus di atas orang-orang dengan iman yang kokoh. Anda dan saya adalah Gereja-Nya. Tubuh kita adalah Gereja-Nya. Kita adalah Gereja. Kita adalah rumah Tuhan. Kita adalah Bait Suci Allah. Anda, saya,dan kita yang percaya Yesus Kristus adalah Gereja-Nya atau Jemaat-Nya.

Hari ini, orang-orang membanggakan diri dengan membangun gedung-gedung megah. Mereka dengan bangga mengatakan bahwa saya bangun gereja.

Ingat! Tuhan Yesus Kristus tidak akan menerima gedung-gedung besar yang megah itu di sorga. Tuhan Yesus tidak membutuhkan gedung-gedung megah dan kokoh itu. Tetapi, Tuhan Yesus bertanya kepada kita. Berapa jiwa yang kamu bawa kepada-Ku?

Jadi, orang-orang beriman dan orang-orang kudus juga membangun Gereja Tuhan dengan memberitakan Injil dengan kuasa Roh Kudus. “…kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” (Kisah Para Rasul 1:8).

Saudara-saudara, gedung ibadah perlu.Gedung ibadah itu biasanya dibangun oleh orang-orang kudus. Karena dalam gedung ibadah itu Gereja Tuhan berkumpul, memuji Tuhan, memuliakan Tuhan dan mendengarkan Firman Tuhan. Gedung ibadah harus layak dan pantas supaya Gereja Tuhan atau Jemaat Tuhan merasa nyaman dalam berbakti dan beribadah kepada Allah.

  1. VIRUS CORONA/COVID-19 TIDAK TUTUP GEREJA

Gereja tetap kokoh dan kuat. Gereja adalah Bait Allah, yaitu orang-orang kudus.

Tuhan Yesus berkata kepada rasul Simon Petrus, Anda dan saya dan kita semua:

“… Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga…” (Matius 18:14-19).

Jadi, maut virus corona/covid 19 tidak berkuasa untuk menguasai dan membubarkan dan juga menutup Gereja Tuhan. Gereja TUHAN tetap kokoh dan kuat dengan iman kepada Tuhan Yesus Kristus. Gereja berdiri kokoh dan kuat dalam Injil adalah kekuatan Allah. Injil yang menyelamatkan Gereja Tuhan. Injil yang menyatakan kebenaran Allah.

Injil kekuatan Allah, menyelamatkan dan menyatakan kebenaran Allah, yaitu berita sukacita tentang kelahiran Yesus, kematian Yesus dan kebangkitan Yesus. (Roma 1:1-4, 6-7).

Jadi, yang dianjurkan oleh pemerintah dan para medis ialah gedung ibadahnya ditutup sementara dengan tujuan menyelamatkan Gereja Tuhan atau orang-orang kudus, Rumah Tuhan, yaitu Anda dan saya.

Tuhan memakai pemerintah dan para medis untuk menyematkan kita, supaya kita tetap sehat, kuat dan baik.

Pemerintah dan para tenaga medis yang mulia, Anda semua adalah pahlawan kemanusiaan. Anda semua adalah penyambung hidup umat manusia. Anda semua memberikan harapan hidup sehat kepada setiap manusia. Anda semua adalah wajah Tuhan yang nyata. Anda semua adalah tangan Tuhan yang nyata. Anda semua adalah mata Tuhan nyata. Anda semua kaki Tuhan yang nyata sedang melangkah dan berperang melawan virus corona.

Anda semua orang-orang hebat dan luar biasa yang menjadi sahabat orang-orang yang putus asa dan merasa tidak ada harapan. Mata TUHAN tertuju kepadamu. Engkau sahabat Allah.

Anda semua sudah, sedang dan terus memikul salib penderitaan umat Tuhan menuju bukit Golgota, bukit Calvari, bukit yang dilambagkan sebagai bukit yang penuh penderitaan, tangisan dan tetesan air mata, kegelisahan dan ketakutan.

Ingat! Jangan lupa! TUHAN lebih berkuasa daripada virus corona. Virus corona akan kenyap karena tangan-tangan orang-orang kudus dengan berkat pertolongan tangan Tuhan. Kuasa TUHAN dan Nama TUHAN dan Gereja-Nya yang kudus tidak akan lenyap. Tuhan Yesus mampu dan sanggup lenyapkan virus corona. Mari, kita berdoa dan melangkah.

  1. MANFAAT DARI VIRUS CORONA/COVID 19

Virus coroba/covid 19 merupakan wabah yang paling jahat dan menjadi tragedi kemanusiaan. Tidak sedikit nyawa manusia hilang. Virus corona/covid 19 memang tidak ada keuntungan, banyak kerugian dan kematian ribuan manusia.

Kita tetap dan terus berdoa dan bekerja untuk melawan virus jahat yang mematikan ini. Kita berdoa supaya pemerintah, para medis dan semua orang yang terlibat diberikan kekuatan, kesehatan dan perlindungan dari Tuhan. Kita terus berdoa kepada Tuhan supaya saudara-saudara yang terjangkit covid 19 disembuhkan Tuhan melalui perawatan. Kita berdoa untuk saudara-saudara kita yang telah kehilangan keluarga karena virus corona supaya Tuhan hibur dan kuatkan.

Keuntungan dan manfaat dari virus Corono/covid 19 ada beberapa nilai penting:

  1. Semua orang ingat Tuhan. Semua orang menyebut nama Tuhan Yesus. Lebih penting lagi bahwa Allah ada dan berkuasa dan berdaulat atas hidup kita.
  1. Orang-orang yang biasanya karena kesibukan belum pernah berikan waktu untuk keluarga, sekarang ada waktu berkumpul bersama dengan istri-suami dan anak-anak.
  1. Jarang makan bersama keluarga di meja makan karena kesibukan masing-masing, sekarang duduk makan bersama di meja makan.
  1. Jarang komunikasi serius dengan suami dan istri serta anak-anak, sekarang duduk berkomunikasi bersama keluarga.
  1. Jarang berdoa bersama, membaca Firman Tuhan bersama, sekarang duduk menghadap Tuhan bersama-bersama.
  1. Orang-orang yang sudah lupa ke kebun, ke dusun sagu dan kelapa, sekarang ada orang-orang melihat tanah mereka, kebun mereka, dusun sagu mereka, pohon kelapa mereka, kolam mereka, kandang mereka.

TETAPI, SANGAT SAYANG, kamu yang jual-jual tanah, tebang pohon sagu, dan pohon kelapa, kamu semua akan mengalami kelaparan karena kamu sudah hancurkan sumber kehidupan. Kamu sudah menciptakan malapetaka.

  1. Ini waktu perenungan, refleksi serta pertobatan bersama suami dan istri bersama anak-anak.

Doa dan harapan saya, renungan pendek ini menjadi berkat dan membangun pengertian, pemahaman serta pencerahan yang benar tentang apa arti sesungguhnya Gereja itu.

Sabtu, Ita Wakhu Purom, 28 Maret 2020.

Pengkhotbah: Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua

Share :

Baca Juga

pdt-socratez-sofyan-yoman

Preaching

Renungan : Kesombongan & Kerendahan Hati ( Baian 1)
SEKOLAH SEMINARI BAPTIS PAPUA

Preaching

KEBENARAN TIDAK PERLU DIBELA, KEBENARAN MEMBELA DIRINYA SENDIRI
Dr. Socratez Sofyan Yoman, MA

Preaching

KAMI BUKAN KKB, SEPARATIS, MAKAR. KAMI MANUSIA PUNYA MARTABAT DAN PEMILIK TANAH MELANESIA
SEKOLAH SEMINARI BAPTIS PAPUA

Preaching

TEMA: JANGAN TAKUT DAN GENTAR MELAWAN HUKUMAN RASISME
Injil ke-166 Tahun pada 5 Februari 2021

Preaching

TEMA : DI PAPUA ADA DUA INJIL, YAITU: INJIL MANUSIA & INJIL YESUS KRISTUS
image

Preaching

Wajah Gereja Baptis: Siapa Itu Gereja Baptis? Apa Itu Gereja Baptis? Refleksi Iman Dalam Rangka 65 Tahun Gereja Baptis Di Tanah Papua 28 Oktober 1965-28 Oktober 2021.

Preaching

APAKAH DAMAI NATAL TELAH HILANG DI NDUGA, INTAN JAYA DAN PUNCAK-PAPUA DENGAN STIGMA SEPARATIS, MAKAR, OPM DAN KKB ?
IMAGE

Preaching

TEMA: JANGAN MEMBUNUH DAN MENCURI (Keluaran 20:13,15).