Home / Article

Tuesday, 15 March 2022 - 09:47 WIB

Konflik Tragedi Kemanusiaan Indonesia-Papua Adalah Persoalan Berdimensi Internasional Bukan Persoalan Indonesia

Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua. Dr. Socratez Sofyan Yoman, MA

Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua. Dr. Socratez Sofyan Yoman, MA

Artikel

KONFLIK TRAGEDI KEMANUSIAAN INDONESIA-PAPUA ADALAH PERSOALAN BERDIMENSI INTERNASIONAL BUKAN PERSOALAN INDONESIA

Oleh Gembala Dr. A G. Socratez Yoman,MA.

Saya,  TOLAK, dialog yang diusulkan KOMNAS HAM RI, karena Persoalan krisis kemanusiaan di Papua berdimensi internasional, maka penyelesaian konflik Papua harus menggunakan pendekatan mekanisme internasional.

INGAT!  Satu-satunya provinsi di Indonesia dalam proses dimasukkannya dalam wilayah Indonesia  yang melibatkan komunitas internasional ialah wilayah Papua, sekarang provinsi Papua.

Maka, proses penyelesaian konflik vertikal Indonesia-Papua  yang menyebabkan tragedi kemanusiaan terpanjang dan pelanggaran berat HAM harus melibatkan komunitas internasional.

BACA JUGA  ‘SLOW-MOTION GENOCIDE’: WEST PAPUAN LIBERATION LEADER DESCRIBES INDONESIAN OCCUPATION

Karena, persoalan kemanusiaan dan keadilan adalah universal yang tidak ada sangkut-paut dengan kedaulatan negara. 

KOMNAS HAM RI harus berperan aktif untuk mendukung kunjungan Komisi HAM PBB ke Papua bukan urus dialog yang tidak jelas arah dan tujuan.

KOMNAS HAM RI adalah lembaga Negara dan milik Negara, maka pasti kerja untuk kepentingan Negara dan dicurigai munculnya dialog ini untuk menghambat kunjungan Komisi HAM PBB  ke Papua yang didukung oleh 85 Negara, Uni Eropa dan juga Pakar HAM PBB.

“Suara saya akan didengar atau tidak. Saya, Gembala Dr. A. G. Socratez Yoman, MA, sampaikan: dialog yang diusulkan Komnas HAM RI itu dialog TIPU-TIPU atau OMONG KOSONG. Rakyat Papua jangan percaya kebohongan ini. KOMNAS HAM RI itu lembaga OMPONG selama ini tentang pelanggaran HAM di Papua.” (10 Maret 2022).

BACA JUGA  Press Release: TNI MENEMBAK MATI 3 (TIGA) PENDETA DI PAPUA SEJAK 2004-2020 (PDT. YEREMIA ZANAMBANI, PDT. GEYIMIN NIRIGI, PDT. ELISA TABUNI)

Doa dan harapan penulis, supaya tulisan ini berguna dan ada pencerahan.

Waa….Waa….Kinaonak!

Ita Wakhu Purom, 12 Maret 2022

=========

Penulis:

  1. Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua.
  2. Anggota: Dewan Gereja Papua (WPCC).
  3. Anggota: Konferensi Gereja-Gereja⁰ Pasifik (PCC).
  4. Anggota Baptist World Alliance (BWA).

Share :

Baca Juga

Dr. Socratez Sofyan Yoman, MA

Article

OPERASI MILITER INDONESIA SEBAGAI PELANGGARAN BERAT HAM DI NDUGA- PAPUA ADALAH BUKTI KUAT KEGAGALAN OTONOMI KHUSUS 2001
Gembala DR. A.G. Socratez Yoman,MA

Article

Tiga Dob Di Papua  Tidak Akan Berjalan Baik Atau Akan Kandas Di Tengah Jalan
Dr. Socratez Sofyan Yoman, MA

Article

RAKYAT DAN BANGSA WEST PAPUA HIDUP DALAM PENJARA MITOS-MITOS & IDEOLOGI KOLONIAL BANGSA INDONESIA

Article

Penguasa Indonesia dan aparat keamanan TNI-Polri berwatak dan berjiwa rasis dan fasis

Article

PEPERA 1969 DI PAPUA DIMENANGKAN ABRI (SEKARANG; TNI-POLRI)
pdt-socratez-sofyan-yoman

Article

ULMWP Lembaga Politik Resmi Milik Rakyat Dan Bangsa West Papua Bukan Wadah Kordinatif/Diaspora
pdt-socratez-sofyan-yoman

Article

Apa Perbedaan Operasi Teritorial, Operasi Militer Dan Operasi Tempur ?
Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua

Article

PUTRA PUTRI PEJUANG PEPERA PAPUA (P5) AKAN MENCERITAKAN SEJARAH STATUS POLITIK PAPUA YANG SEBENARNYA SAAT SITUASI PEPERA PADA 2 AGUSTUS 1969 DI JAYAPURA