Home / Perspektif Iman

Thursday, 24 September 2020 - 20:42 WIB

MANUSIA DAN MANUSIA

Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua. Dr. Socratez Sofyan Yoman, MA

Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua. Dr. Socratez Sofyan Yoman, MA

Perspektif Iman

MANUSIA DAN MANUSIA

Oleh Gembala Dr. Socratez S.Yoman, MA

“…orang itu dilahirkan bukan untuk ditindas dan bukan untuk diberangus. Biarkan manusia itu hidup dengan harkatnya sebagai manusia.” ( Sumber: Pramoedya Ananta Toer: Catatan dari Balik Penjara, 2019:112).

ORANG INDONESIA adalah MANUSIA. ORANG PAPUA adalah MANUSIA. Yang membedakan kita hanya warga kulit, rambut, tempat dimana kita tinggal, berada, hidup dan berkarya.

Yang menyatakan kita semua MANUSIA DAN MANUSIA adalah TUHAN melalui Firman-Nya.

Berfirmanlah Allah:

“Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,…” (Kejadian 1:26).

TUHAN Allah sampaikan kepada kita semua. MANUSIA Indonesia diciptakan Tuhan seperti gambar dan rupa Tuhan. Dan juga, MANUSIA Papua diciptakan Tuhan seperti gambar dan rupa Tuhan.

Dalam sepuluh hukum Musa, Tuhan mengatakan: “JANGAN MEMBUNUH.” (Keluaran 20:13).

Tetapi, MANUSIA membunuh MANUSIA. MANUSIA Indonesia membunuh MANUSIA Papua. MANUSIA Indonesia membunuh MANUSIA Papua dengan alasan atau stigma separatis, makar, anggota OPM dan mitos baru adalah KKB.

MANUSIA Indonesia membunuh MANUSIA gambar Allah. MANUSIA Indonesia membunuh MANUSIA rupa Allah.

MANUSIA INDONESIA membunuh MANUSIA PAPUA, jumlah yang tidak sedikit. Diantaranya ada tiga Pendeta:

(1) MANUSIA INDONESIA menembak mati atau membunuh MANUSIA Papua, Pendeta Yeremia Zanambani di Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada Sabtu, 19 September 2020.

(2) MANUSIA INDONESIA menembak mati MANUSIA Papua, Pendeta Geyimin Nirigi pada 19 Desember 2018 di Distrik Mapenduma, Kabupaten Nduga, Papua.

(3) MANUSIA INDONESIA menembak mati MANUSIA Papua, Pendeta Elisa Tabuni pada 16 Agustus 2004 di Tingginambut, Puncak Jaya, Papua.

Pertanyaanya:

1. Apakah MANUSIA INDONESIA diberikan mandat dan kuasa oleh TUHAN Allah untuk membunuh MANUSIA PAPUA?

2. Apakah seluruh MANUSIA INDONESIA memberikan mandat kepada penguasa Indonesia, TNI-Polri untuk membunuh MANUSIA PAPUA?

3. Apakah MANUSIA INDONESIA diberikan mandat oleh komunitas Internasional untuk membunuh MANUSIA PAPUA?

4. Apakah MANUSIA INDONESIA, terutama keluarga, isteri dan anak-anak dari anggota TNI-Polri memberikan mandat, setuju, mendoakan dan mendukung anggota TNI-Polri membunuh MANUSIA PAPUA?

5. Atas dasar, kuasa, mandat dan ijin siapa MANUSIA INDONESIA membunuh MANUSIA PAPUA?

6. Dimana mata TUHAN? Di mana KUASA TUHAN? Dimana MURKA TUHAN? Di mana MALAPETAKA TUHAN? Di mana KEMARAHAN TUHAN? MANUSIA INDONESIA DAN MANUSIA PAPUA sama-sama tunggu waktu TUHAN.

Melihat realitas kekejaman dan kebrutalan ini, Prof. Dr. Franz Magnis menegaskan:

“Ada kesan bahwa orang-orang Papua mendapat perlakuan seakan-akan mereka belum diakui sebagai manusia…..“Situasi di Papua adalah buruk, tidak normal, tidak beradab, dan memalukan, karena itu tertutup bagi media asing. Papua adalah luka membusuk di tubuh bangsa Indonesia.” (hal.255).

“…kita akan ditelanjangi di depan dunia beradab, sebagai bangsa yang biadab, bangsa pembunuh orang-orang Papua, meski tidak dipakai senjata tajam.” (hal.257). (Sumber: Franz: Kebangsaan, Demokrasi, Pluralisme Bunga Rampai Etika Politik Aktual, 2015).

Sementara Pastor Frans Lieshout melihat bahwa “Papua tetaplah luka bernanah di Indonesia.” (Sumber: Pastor Frans Lieshout OFM: Gembala dan Guru Bagi Papua, (2020:601).

Terima kasih.

Ita Wakhu Purom, Kamis, 24 September 2020

Penulis:
1. Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua.
2. Anggota: Dewan Gereja Papua (WPCC).
3. Anggota Baptist World Alliance (BWA).
____

Kontak person: 08124888458; 08128888712.

Share :