Home / Article

Monday, 7 March 2022 - 01:55 WIB

Masalah Orang Tua (Rusia) Dengan Anak (Ukraina) Kemungkinan Akan Pecah Perang Dunia III “Bagaimana Dengan Nasib Bangsa Papua”?

Foto Ilustrasi Ukraina dan Rusia

Foto Ilustrasi Ukraina dan Rusia

Masalah Orang Tua (Rusia) Dengan Anak (Ukraina) Kemungkinan Akan Pecah Perang Dunia III “Bagaimana Dengan Nasib Bangsa Papua?”

Oleh: Selpius Bobii, Koordinator JDRP2

1.  KILAS BALIK MASALAH

Sebelum kita menelaah lebih jauh hal Ikhwal tentang perang antara Rusia dan Ukraina, marilah kita memahami kenapa presiden Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022.

Berikut ini ada beberapa hal penting yang melatar-belakangi Rusia mengobarkan perang kepada Ukraina:

Pertama, Negara Ukraina adalah pecahan dari Rusia. Sama seperti Bouvengille yang disiapkan oleh PNG, Ukraine juga disiapkan oleh Rusia menjadi sebuah negara berdaulat. Setelah Ukraine menjadi negara berdaulat, pemimpin Ukraine lupa atas jasa jasa baik dari Rusia. Justru pemimpin Ukraine terbuai dengan bujukan dari negara negara kapitalis liberal (negara negara NATO atau Blok Barat yang dipimpin Amerika Serikat) yang adalah musuh bebuyutan dari Rusia (Blok Timur). Karena terpengaruh dengan rayuan dari NATO, sehingga pemimpin Ukraine berniat bergabung dalam NATO. Dalam media tertentu yang saya baca, Ukraina dan Georgia sempat diterima menjadi anggota NATO.

Kedua, sebagai pemimpin NATO, Amerika Serikat berniat untuk membangun champ militer NATO di dekat perbatasan Rusia dan Ukraina.

Langkah pemimpin Ukraina ini tidak diterima oleh pemimpin Rusia. Karena NATO yang dipimpin Amerika Serikat adalah musuh bebuyutan dari Rusia. Apalagi dengan membangun champ militer NATO dipimpin AS diperbatasan Rusia dan Ukraine akan mengganggu kenyamanan dan keamanan Rusia, serta mengancam eksistensi Rusia.

Atas dasar itu, sebelum invasi militer ke Ukraina, tentu Rusia membangun diplomasi untuk meminta pemimpin Ukraina agar memutuskan hubungan kerjasama, lebih khusus ke luar atau tidak bergabung dengan Blok Barat (NATO). Rupanya jalur diplomasi yang dibangun Rusia tidak membuahkan hasil. Sehingga upaya terakhir, Rusia sebagai orang tua yang melahirkan Ukraina melancarkan invasi militer. Ini terjadi karena Ukraina sebagai anak tidak mendengar nasehat dari Rusia sebagai orang tua yang mengandung, melahirkan dan membesarkan Ukraine sehingga Ukraine berumah tangga sendiri (bernegara dan berbangsa).

Tindakan invasi militer dari Rusia terhadap Ukraina adalah langkah terakhir untuk memberi penyadaran kepada pemimpin Ukraina, walaupun tindakan yang dipilihnya itu sangat bertentangan dengan prinsip prinsip HAM dan Hukum. Ternyata invasi militer Rusia kepada Ukraina ini sudah disiapkan secara matang. Sasaran perangnya hanya kepada kamp kamp militer Ukraina, bukan kepada warga sipil. Hal ini terungkap ketika ada ratusan warga sipil Ukraina meninggal dunia akibat perang milenium yang mengerikan ini. Presiden Rusia mengatakan bahwa kematian warga sipil dalam perang adalah kesalahan Panglima Angkatan Bersenjata dan pemimpin Ukraina yang mengambil keputusan yang salah. Karena warga sipil yang berumur 18 tahun sampai umur 59 tahun dilibatkan dalam perang menghadapi militer Rusia. Sehingga pada beberapa hari lalu presiden Rusia menyatakan bahwa harus ada pihak yang bertanggung jawab atas kematian warga sipil di Ukraina.

Tim diplomasi Rusia dan Ukraina sudah bertemu dua kali untuk mencari solusi. Target dari perundingan itu adalah melahirkan solusi dua bangsa untuk menciptakan perdamaian melalui gencatan senjata. Tetapi rupanya dalam dua kali perundingan yang sudah digelar itu tidak mengarah kepada target utama yaitu gencatan senjata. Dalam pertemuan kedua, para pihak hanya melahirkan protokol kemanusiaan untuk mengevakuasi warga sipil Ukraina ke negara negara tetangga. Dari hasil perundingan pertemuan kedua ini sudah jelas menunjukkan bahwa perang antara Rusia dan Ukraina tidak akan berhenti.

Tentu Rusia sudah membuat beberapa target dari perang dimaksud. Beberapa waktu lalu pada awal perang dimulai, presiden Putin pernah mengatakan bahwa presiden Ukraina termasuk anak isteri menjadi target dibunuh. Oleh karena itu, Amerika Serikat pernah menawari presiden Ukraina dijemput ke AS untuk perlindungan. Tetapi presiden Ukraina mengatakan: “saya tidak butuh perlindungan, tetapi saya butuh amunisi”. Target lain dari Rusia adalah melalui perang ini mendesak Ukraina memutuskan hubungan dengan blok barat termasuk mengurungkan niatnya untuk bergabung dalam organisasi NATO. Juga pasti ada target lain dari invasi Rusia terhadap Ukraina ini.

BACA JUGA  WEST PAPUAN COUNCIL OF CHURCHES (WPCC)

2. PERANG RUSIA vs UKRAINA KEMUNGKINAN AKAN MENGARAH KE PERANG DUNIA III

Kobaran perang milenium yang didengungkan oleh presiden Rusia kemungkinan akan mengarah ke perang dunia ketiga. Banyak negara sudah jatuhkan embargo kerjasama dalam berbagai bidang dengan Rusia. Sebanyak 33 Negara yang bergabung dengan NATO dipimpin Amerika Serikat sudah menggerakkan kekuatannya dan sudah bermukim di dekat Rusia melindungi negara negara anggota NATO yang berbatasan dengan Rusia. Saat ini NATO belum menggabungkan diri secara fisik untuk menghadapi Rusia. Tetapi NATO tentu mendukung Ukraina dalam hal material.

Saat ini Rusia sudah geram dengan pergerakan NATO yang sudah menempati di dekat negara tetangga. Juga geram dengan embargo yang sudah dijatuhkan oleh Negara Negara Barat (Eropa). Selain itu, Putin juga geram dengan dukungan dari NATO kepada Ukraine dalam hal material.

Terkait dengan kemarahan presiden Rusia kepada Negara negara yang tergabung dalam NATO, saudara Piet Maturbongs dalam group alumni STFT FT memuat pernyataan Putin: “Kalau hari kiamat itu urusan Tuhan, tetapi menghancurkan negara negara Barat itu urusan saya”. Saya menanggapi: “jika hal ini benar benar terjadi, maka perang dunia ketiga ada di depan mata”. Lalu saudara Piet menanggapi: “Putin ini biasa pegang kata. Yang dia katakan itulah yang akan dibuat. (Dia) tidak main main atau bikin hoax.”

Bagaimana jadinya dunia ini jika perang dunia ketiga benar benar terjadi? Bumi ini pasti akan berkeping keping. Semua makhluk di jagad raya ini akan mengalami kehancuran dan kebinasaan, kemelaratan, kemiskinan dan kepunahan. Karena ini perang milenium. Apalagi, presiden Putin di awal pertempurannya mengatakan bahwa negara negara yang akan mendukung Ukraina akan menghadapi senjata paling ampuh yang tidak pernah dipakai dalam sejarah perjalanan bangsa bangsa di dunia. Kemungkinan senjata paling ampuh yang presiden Putin maksudkan adalah senjata biologis atau disebut senjata pemusnah massal. Kalau jenis senjata biologis ditambah bom nuklir ini dipakai, maka mayoritas umat manusia akan musnah akibat perang dunia III dan stengah dari makhluk hidup ciptaan Tuhan akan musnah. Semua peralatan perang yang sudah disiapkan selama ini akan dipakai untuk bangsa yang satu melawan bangsa yang lain. Bukankah ini penggenapan berbagai nubuatan yang tertulis dalam Alkitab Kristen dan nubuatan dari para tetua adat tertentu?

3. PAPUA BAGAIKAN “KANCIL” TERGILAS DI ANTARA “GAJAH GAJAH” RAKSASA DUNIA

Dari dahulu Papua menjadi korban. Kini Papua terus menjadi korban. Dari dahulu Papua menjadi korban di atas korban karena konflik dua ideologi, yaitu ideologi liberal beragama yang dianut oleh Blok Barat dan ideologi sosialis komunis yang dianut oleh Blok Timur. Dari dahulu Papua korban karena kepentingan ekonomi. Kini Papua masih menjadi korban karena konflik kepentingan ekonomi.

Memang Papua menjadi rebutan dunia karena Papua kaya akan Sumber Daya Alam (SDA), baik di dalam perut bumi maupun di permukaan tanah Papua. Karena itu, tanah Papua sudah dibagi habis kepada para konglomerat kapitalis dunia, baik kapitalis liberal beragama maupun kapitalis sosialis komunis. Akibat dari perebutan SDA yang ada di Tanah Papua itu, hingga sampai saat ini Papua Barat terpenjara. Karena dunia hanya berorientasi pada kepentingan ekonomi, dan mengabaikan masalah darurat kemanusiaan Papua yang terus berlangsung dari tahun 1960-an hingga sampai detik ini.

Bagaimana nasib Papua jika perang antara Rusia dan Ukraina mengarah ke perang dunia III? Tentu bangsa Papua akan terkena dampak. Apalagi selama ini Papua menjadi perebutan para konglomerat kapitalis dunia. Perang dunia menjadi jembatan emas untuk Tanah Papua diambil oleh bangsa lain, atau bisa juga bekerja sama dengan Negara Indonesia untuk memusnahkan etnis Papua, agar Tanah Air Papua menjadi milik mereka. Atau Negara lain buat masalah dengan Negara Indonesia untuk mengambil tanah air Papua.

BACA JUGA  Belajar Perbedaan Untuk Membangun Masa Depan Papua Yang Mandiri Dan Kuat

Kita belajar dari sejarah dunia bahwa ada bangsa yang hilang dari muka bumi ini, karena mereka dimusnahkan demi kepentingan ekonomi, politik dan keamanan. Untuk itu, bangsa Papua jangan terlena dengan keadaan ini. Kita harus mengikuti perkembangan dunia saat ini. Khususnya kaum intelektual, jangan hanya baca dan tulis hal hal yang tidak penting. Atau nonton video video dan permainan yang tidak berguna. Tetapi mari kita ikuti perkembangan dunia dan analisa tentang kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi dan menganalisa bagaimana bangsa Papua terlindung dan menyelamatkan diri dari semua skenario busuk yang dimainkan oleh pihak musuh yang menginginkan kehancuran dan kekacauan dunia ini.

4. PAPUA ADA DALAM LINDUNGAN TUHAN

Jangan takut wahai engkau Papua si kancil yang tergilas di tengah gajah gajah konglomerat dunia. Jika engkau Papua si kancil selama ini tidak berada dalam perlindungan Tuhan, maka pasti engkau sudah lama mati terinjak. Engkau Papua si kancil hanya tergilas saja. Hidupmu hari kemarin, hidupmu saat ini dan hidupmu hari esok berada dalam tangan Tuhan. Jangan khawatir!

Anugerah dari Tuhan, banyak kita alami selama ini.Tetapi selama ini kita menjauh dari Tuhan; kita memberontak kepada Tuhan; bahkan banyak anak muda, terlebih aktivis Papua merdeka menganut paham lain yang bertentangan dengan paham yang dianut oleh orang tua kita. Kebaikan Tuhan dalam hidup dan perjuangan kita itu banyak, tetapi banyak dari kita yang mengabaikan Tuhan.

Tuhan meminta kita berpaling kembali kepada Tuhan dan bertobat; Tuhan minta kita mengucap syukur kepada Tuhan; dan Tuhan meminta kita memahami dan melaksanakan kehendak-Nya. Kata Yesus: “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan Kebenaran-Nya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu”. Tuhan akan menjawab kerinduan bangsa Papua, tetapi Tuhan Allah sedang menanti pemulihan bangsa Papua. Maka marilah kita mengkompanyekan melalui lisan dan tulisan tentang doa puasa 40 hari 40 malam serentak Papua Barat dan Papua New Guinea yang kita akan lakukan pada bulan Juni Juli 2022. Itu sesuai petunjuk Tuhan melalui utusan-Nya. Mulai saat ini kita memulihkan diri kita masing masing.

Di tengah hiruk pikuknya berbagai bentuk perang, yaitu perang media, perang lisan (gosip), perang melalui kuasa gelap, dan perang politik kekuasaan, serta perang menggunakan senjata modern; Terhadap semuanya ini, mari kita membentengi diri kita masing masing dengan senjata kebenaran firman Tuhan, senjata iman melalui doa puasa, pujian dan penyembahan. Ketika dunia mendemonstrasi misil, bom nuklir dan senjata biologis untuk unjuk kekuatan, di saat itulah kita bangsa Papua dari Misol Sorong sampai Samarai PNG mendemonstrasikan doa puasa, pujian dan penyembahan kepada Tuhan agar Tuhan melindungi dan menyelamatkan bangsa Papua dari tangan tangan yang jahat.

Wahai engkau Papua si kancil yang tergilas di tengah gajah gajah raksasa dunia, jangan takut sebab Tuhan Allah adalah pelindung dan penyelamat bangsa Papua. Tuhan sangat mengasihi Papua. Karena Tuhan mengasihi Papua, maka Tuhan melindungi kita, walaupun Negara Indonesia dan para sekutunya berusaha memusnahkan orang asli Papua melalui segala cara; Karena Tuhan mengasihi Papua, maka Tuhan menyelamatkan kita dari virus Corona yang melanda dunia ini; Karena Tuhan mengasihi Papua, maka Tuhan akan selamatkan sisa sisa bangsa Papua yang menguduskan dirinya (bertobat, berdamai dan bersatu di dalam kehendak Tuhan) akan dituntun Tuhan masuk ke Tanah Suci Papua atau Eden Papua indah pada waktu-Nya untuk menikmati damai sejahtera.

Atas pertolongan Tuhan, PAPUA PASTI BISA.

Jayapura: Jumat, 4 Maret 2022.

Oleh: Selpius Bobii, Koordinator JDRP2

Share :

Baca Juga

Article

Artikel Hasil Pepera 1969 Di Papua Tidak Pernah Disahkan PBB Tapi Hanya Take Note (Dicatat) Dan Pendudukan Indonesia Di Papua Illegal
Dr. Socratez Sofyan Yoman, MA

Article

KONSTITUSI NEGARA REPUBLIK INDONESIA MEMBERIKAN JAMINAN UNTUK REFERENDUM RAKYAT PAPUA
papuan

Article

‘SLOW-MOTION GENOCIDE’: WEST PAPUAN LIBERATION LEADER DESCRIBES INDONESIAN OCCUPATION
pdt-socratez-sofyan-yoman

Article

Artikel Teologis “ENYAHLAH, IBLIS”

Article

PBB Tidak Pernah Sahkan Hasil Pepera 1969 Dalam Resolusi 2405 Dan Pemekaran Provinsi Boneka Indonesia Di Tanah Papua Merupakan Upaya Terakhir Indonesia Untuk Pertahankan Papua Dalam Wilayah Indonesia
pdt-socratez-sofyan-yoman

Article

Kebodohan & Ketidaktahuan Rakyat Selalu Menjadi Senjata Ampuh Bagi Bangsa Kolonial
Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua.

Article

PERDAMAIAN TANPA KEADILAN BUKAN PERDAMAIAN KARENA SYARAT UTAMA PERDAMAIAN PERMANEN ADALAH KEADILAN & KEBENARAN
Dr. Socratez Sofyan Yoman, MA

Article

Press Release: TNI MENEMBAK MATI 3 (TIGA) PENDETA DI PAPUA SEJAK 2004-2020 (PDT. YEREMIA ZANAMBANI, PDT. GEYIMIN NIRIGI, PDT. ELISA TABUNI)