Home / Papua

Wednesday, 17 November 2021 - 21:08 WIB

NOKEN PAPUA BERISI TULANG BELULANG BANGSA PAPUA DI TANGAN IBU NANAIA MAHUTA MENLU NEW ZEALAND

Presiden Joko Widodo memberikan hadiah berupa tas noken khas Papua kepada Menteri Luar Negeri Selandia Baru Nanaia Mahuta di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/11).

Presiden Joko Widodo memberikan hadiah berupa tas noken khas Papua kepada Menteri Luar Negeri Selandia Baru Nanaia Mahuta di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/11).

NOKEN PAPUA BERISI TULANG BELULANG BANGSA PAPUA DI TANGAN IBU NANAIA MAHUTA MENLU NEW ZEALAND

Apakah pak Ir. Joko Widodo tidak sadar dengan pemberian NOKEN kepada Ibu Nanaia Mahuta?

Karena, NOKEN Papua itu berisi tulang belulang, tetesan darah,  cucuran air mata, penderitaan panjang bangsa Papua, pelanggaran berat HAM, rasisme, militerisme, genosida, marjinalisasi dan ketidakadilan, kegagalan Otonomi Khusus diserahkan kepada  Menteri Luar Negeri Ibu Nanaia Mahuta oleh Presiden Republik Indonesia bapak Ir. Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta  pada Senin 15 November 2021.

Rakyat dan bangsa Papua Barat melalui ULMWP segera mempertanyakan kepada Menteri Luar Negeri Selandia Baru  apa isi dalam NOKEN. Karena, menurut filosofi bangsa Papua, khusus orang Pegunungan NOKEN bukan alat politik, tapi roh dan hidup bangsa Papua. Dalam NOKEN selalu isi manusia dan barang-barang berharga dan juga makanan. NOKEN itu segala-galanya bagi bangsa Papua.. NOKEN adalah harga diri dan martabat kami.

BACA JUGA  SISTEM POLITIK DI PEGUNUNGAN ITU SISTEM BIG MAN DENGAN BANYAK ISTILAH SEPERTI AP KAIN (HUBULA), AP DUNGON/AP SUWON (YALI), TONOWI (MEE), SONOWI (MONI), DLL

Jadi, bangsa kolonial modern Indonesia tidak boleh atau jangan menyembunyikan akar konflik Papua dengan NOKEN kami. Orang Indonesia tidak berhak gunakan NOKEN miik rakyat dan bangsa Papua untuk kepentingan politik dengan cara-cara murahan.

BACA JUGA  Mari, Kita Didik Rakyat Indonesia Bahwa Penguasa Indonesia Adalah Bangsa Kolonial Modern Yang Menduduki & Menindas Rakyat & Bangsa Papua Sejak 1 Mei 1963-Sekarang

Pak Jokowi, jangan tutup mata, tutup hati, tutup telinga, karena, “PAPUA ADALAH LUKA MEMBUSUK DAN BERNANAH DI DALAM TUBUH BANGSA INDONESIA” dan tidak bisa ditutupi dengan pemberikan NOKEN kepada Menteri Luar Negeri New Zealand.

(Gembala Dr. Socrates Yoman,MA) Ita Wakhu Purom, Rabu, 17 November 2021.

Share :

Baca Juga

Papua

Papua Luka Membusuk & Bernanah Di Tubuh Bangsa Indonesia
Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua.

Article

“KETIKA IR. SUKARNO DAN KAWAN-KAWANNYA MELAWAN PENJAJAHAN, IA DAN KAWAN-KAWANNYA DISTIGMA SEPARATIS OLEH KOLONIAL BELANDA.
Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua. Dr. Socratez Sofyan

Inspirasi

SAYA MEMANG ANAK DARI KAMPUNG TAPI SAYA BUKAN ANAK KAMPUNGAN
pdt-socratez-sofyan-yoman

Papua

SEMINARI BAPTIS NORMAN SHEILA DRAPER PAPUA (SB NORMSHED PAPUA)
Dr. Ibrahim Peyon

Papua

SISTEM POLITIK DI PEGUNUNGAN ITU SISTEM BIG MAN DENGAN BANYAK ISTILAH SEPERTI AP KAIN (HUBULA), AP DUNGON/AP SUWON (YALI), TONOWI (MEE), SONOWI (MONI), DLL
Lukas Enembe, S.I.P., M.H.

Govermment

GUBERNUR PAPUA LUKAS ENEMBE TIDAK SETUJU PEMEKARAN PROVINSI PAPUA
Moderator Dewan Gereja Papua (Wpcc) Pdt. Dr Benny Giay

Opinion

‘INDONESIA BELUM MENGINDONESIAKAN PAPUA,WALAUPUN INDONESIA SUDAH MERDEKA 74 TAHUN’: GUB PROV. PAPUA’, LE.

Papua

SERUAN MORAL DEWAN GEREJA PAPUA (West Papua Council of Churches)