Home / Papua / Reality/Fact

Tuesday, 22 June 2021 - 20:42 WIB

Papua Luka Membusuk & Bernanah Di Tubuh Bangsa Indonesia

Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua. Dr. Socratez Sofyan Yoman, MA

Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua. Dr. Socratez Sofyan Yoman, MA

Realitas

PAPUA LUKA MEMBUSUK & BERNANAH DI TUBUH BANGSA INDONESIA

Oleh Gembala Dr. Socratez S.Yoman

Penulis mengutip apa yang digambarkan oleh Prof. Dr. Franz Magnis dan Pastor Frans Lieshout, OFM, tentang keadaan yang sesungguh di Papua.

“Situasi di Papua adalah buruk, tidak normal, tidak beradab, dan memalukan, karena itu terutup bagi media asing. Papua adalah luka membusuk di tubuh bangsa Indonesia…kita akan ditelanjangi di dunia beradab, sebagai bangsa biadab, bangsa pembunuh orang-orang Papua, meski tidak dipakai senjata.” (Sumber: Prof. Dr. Franz Magnis: Kebangsaan, Demokrasi, Pluralisme Bunga Rampai Etika Politik Aktual, 2015:255,257).

“Orang Papua telah menjadi minoritas di negeri sendiri. Amat sangat menyedihkan. Papua tetaplah luka bernanah di Indonesia.” (Sumber: Pastor Frans Lieshout,OFM, 2020:601).

Papua adalah luka membusuk dan bernanah di dalam tubuh bangsa Indonesia, karena rasime, ketidakadilan, dan pelanggaran berat HAM yang dilakukan penguasa kolonial modern Indonesia sejak 1 Mei 1963 sampai saat ini, kita berada dalam tahun 2021.

BACA JUGA  Aceh Vs Papua Di Final Pon Sepak Bola, Sebuah Sejarah Yang Terulang! Kamis Tgl 16 September Di Tahun 1993, 28 Tahun Silam

Luka membusuk dan bernanah di tubuh bangsa Indonesia adalah 4 pokok akar masalah dirumuskan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang tertuang dalam buku Papua Road Map: Negociating the Past, Improving the Present and Securing the Future (2008). Empat akar konflik Papua, yaitu:

1) Sejarah dan status politik integrasi Papua ke Indonesia;

(2) Kekerasan Negara dan pelanggaran berat HAM sejak 1965 yang belum ada penyelesaian;

(3) Diskriminasi dan marjinalisasi orang asli Papua di Tanah sendiri;

(4) Kegagalan pembangunan meliputi pendidikan, kesehatan, dan ekonomi rakyat Papua.

Pemerintah Indonesia dan DPR RI sibuk dengan hal-hal yang tidak penting dan tidak mendesak dan mengabaikan serta menyingkirkan substansi akar konflik Papua. Terbukti Pemerintah Indonesia dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kegiatan SEPARATIS (pemisahan) antar  rakyat dan bangsa Papua Barat dengan Indonesia dengan jalan mengubah dua Pasal UU Otsus, yaitu Pasal 34 tentang Keuangan dan Pasal 76 tentang Pemekaran.

BACA JUGA  Pemerintah Republik Indonesia Harus Memberikan Akses/Ijin Pengobatan Victor Yeimo

Rakyat dan bangsa Papua Barat tidak meminta membutuhkan perubahan dua Pasal Otsus dan Pemekaran. Rakyat dan bangsa Papua mau didengarkan suara dan menghormati martabat kemanusiaannya. Rakyat dan bangsa Papua Barat melawan rasisme, ketidakadilan, dan pelanggaran berat HAM yang dilakukan Negara. Rakyat dan bangsa Papua Barat juga berjuang untuk hak politik penentuan nasib sendiri di atas tanah leluhurnya.

Ita Wakhu Purom, Selasa, 22 Juni 2021

Penulis:

  1. Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua;
  2. Pendiri, Pengurus dan Anggota Dewan Gereja Papua Barat (WPCC)
  3. Anggota Konferensi Gereja-gereja Pasifik (PCC)
  4. Anggota Aliansi Baptis Dunia (BWA).

Share :

Baca Juga

Papua

NOKEN PAPUA BERISI TULANG BELULANG BANGSA PAPUA DI TANGAN IBU NANAIA MAHUTA MENLU NEW ZEALAND
Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua

Reality/Fact

PANDANGAN RASISME PARA JENDRAL DAN SIPIL DI INDONESIA: JENDRAL ALI MURTOPO, JENDRAL M.H. HENDROPRIYONO, JENDRAL BINSAR LUHUT PANJAITAN DAN AMBRONCIUS I.M. NABABAN
INDONESIA MENGHADAPI TANTANGAN

Reality/Fact

INDONESIA MENGHADAPI TANTANGAN SOLIDARITAS KEMANUSIAAN DARI ULMWP-MSG-PIF-ACP-MEDIA ASING- RAKYAT INDONESIA- RAKYAT PAPUA, DEWAN GEREJA PAPUA, 57 PASTOR PRIBUMI PAPUA & MASIH BANYAK LAGI
FORUM KERJA OIKUMENIS GEREJA-GEREJA PAPUA

Reality/Fact

FORUM KERJA OIKUMENIS GEREJA-GEREJA PAPUA KEKERASAN NEGARA YANG MELUMPUHKAN UMAT TERUS MENINGKAT DI TANAH PAPUA
Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua

Reality/Fact

VIEW OF RACISM FROM THE GENERALS AND CIVIL LEADERS IN INDONESIA: GENERAL ALI MURTOPO, GENERAL M.H. HENDROPRIYONO, GENERAL BINSAR LUHUT PANJAITAN AND AMBRONCIUS I.M. NABABAN
Dr. Socratez Sofyan Yoman, MA

Article

Kado/Hadiah bagi anggota DPR RI dan Pemerintah Indonesia yang betelinga tuli, mata buta dan tidak punya hati nurani dan  manusia-manusia yang telah kehilangan martabat kemanusiaan

Papua

PERMOHONAN DOA SUCI DARI ORANG-ORANG KUDUS UNTUK KESEMBUHAN KESEHATAN BAPAK LUKAS ENEMBE/ENUMBI GUBERNUR PAPUA
Dr. Socratez Sofyan Yoman, MA

Reality/Fact

SEPARATIS SESUNGGUHNYA PARA PENGUASA INDONESIA: JANGAN PAKSA KAMI UNTUK TUNDUK PADA HUKUM INDONESIA KARENA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA SENDIRI MELAWAN DAN MELANGGAR HUKUM DAN UNDANG-UNDANG OTONOMI KHUSUS 2001