Home / Reality/Fact

Thursday, 7 October 2021 - 13:54 WIB

Para Penguasa Pemerintah Dan Tni-Polri Sangat Keliru Dalam Memandang Peran Para Pemimpin Gereja Di Papua

Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua. Dr. Socratez Sofyan Yoman, MA

Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua. Dr. Socratez Sofyan Yoman, MA

PARA PENGUASA PEMERINTAH DAN TNI-POLRI SANGAT KELIRU DALAM MEMANDANG PERAN PARA PEMIMPIN GEREJA DI PAPUA

Kekeliruan dan kesalahan terbesar ialah para pemimpin Gereja yang dinilai berseberangan dengan pemerintah/Negara harus didekati supaya tidak berseberangan. Jadi, maksudnya, apakah para pemimpin Gereja harus mendukung para penguasa kolonial Indonesia yang rasis, pembohong, pencuri, pembunuh ini? Ohhh…..maaf, Gereja tidak ada urusan dengan Negara, karena gereja memiliki mandat ilahi dari Tuhan Yesus untuk menggembalakan dan melindungi umat Tuhan. Para pemimpin Gereja HARUS berdiri bersama umat untuk menentang kolonialisme, kapitalisme, militerisme, rasisme, fasisme, ketidakadilan, pelanggaran berat HAM, dan sejarah pepera 1969 yang cacat hukum dan moral yang melawan hukum internasional.

Para pemimpin Gereja HARUS melawan mitos, label dan stigma: separatis, makar, opm, kkb, teroris yang merendahkan martabat kemanusiaan umat Tuhan. Gereja berpihak kepada rakyat bukan kepada penguasa kolonial yang melakukan proses pemusnahan penduduk asli Papua. Gereja tidak mendukung penguasa kolonial Indonesia yang anti kemanusiaan, anti keadilan, anti kedamaian dan anti demokrasi.”

Penguasa Negara/Pemerintah yang terus menebarkan kebohongan, rekayasa dan kekerasan, serta tidak mengenal kebenaran, keadilan, martabat kemanusiaan, biasanya Negara atau Bangsa itu kehilangan sebagian wilayahnya atau negara itu hancur dan bubar.

BACA JUGA  H.A. Hendropriyono Menghina, Melecehkan Dan Merendahkan Martabat Orang Manado Dan Orang Papua

Kelihatannya Indonesia berada dalam kondisi seperti ini. Jadi, kita akan saksikan apa yang terjadi ke depan nasib bangsa yang dipimpin oleh para perambok, pencuri, pembunuh dan penipu dan berwatak kriminal, rasis dan fasis serta tamak ini.”

BACA JUGA  “Saya Datang Dari Bangsa Lani Untuk Selamatkan Bangsa Lani.” Warisan Otonomi Dan Kedaulatan Harus Diselamatkan Dan Dipertahankan.

“Kebodohan dan ketidaktahuan rakyat ialah senjata paling ampuh bagi penguasa, sehingga proses kebodohan terhadap orang asli Papua terus dilakukan secara sistemik sejak 1 Mei 1963 sampai 2021 saat ini. Contohnya, semua buku sejarah tentang Papua dibakar penguasa kolonial Indonesia.” (Gembala Dr. Socratez Yoman,MA). Ita Wakhu Purom, 2 Oktober 2021.

Share :

Baca Juga

Dr. Socratez Sofyan Yoman, MA

Reality/Fact

Rasisme,  Fasisme Dan Militerisme Adalah Jantung Atau Akar Persoalan Konflik  Antara Bangsa Indonesia & Bangsa Papua

Reality/Fact

TNI-POLRI Jangan Memelihara,  Mempertahankan, Dan Merawat  Sandiwara Pepera 1969  Yang  Menjadi Luka Membusuk Dan Bernanah Di Dalam Tubuh Bangsa Indonesia

Papua

Papua Luka Membusuk & Bernanah Di Tubuh Bangsa Indonesia
Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua

Reality/Fact

BANGSA INDONESIA MEMISKINKAN BANGSA PAPUA DENGAN SISTEMATIS SELAMA 58 TAHUN SEJAK 1 MEI 1963 SAMPAI SEKARANG 2021
Dr. Socratez Sofyan Yoman, MA

Opinion

Topeng-Topeng Rasisme, Kolonialisme, Militerisme, Kapitalisme Penguasa Kolonial Modern Indonesia Di Papua Barat

Reality/Fact

ADA TIGA KELOMPOK GEREJA BAPTIS DI TANAH WEST PAPUA: ADA PEMIMPIN, ADA KANTOR & ADA LOGO BERBEDA
Gembala DR. A.G. Socratez Yoman,MA

Reality/Fact

9 (Sembilan)  Bentuk Perlawanan Rakyat Dan Bangsa Papua Barat Atas Kejahatan Negara Indonesia
FORUM KERJA OIKUMENIS GEREJA-GEREJA PAPUA

Reality/Fact

FORUM KERJA OIKUMENIS GEREJA-GEREJA PAPUA KEKERASAN NEGARA YANG MELUMPUHKAN UMAT TERUS MENINGKAT DI TANAH PAPUA