Home / Opinion

Monday, 12 July 2021 - 22:28 WIB

Pemerintah Jakarta Sering Gagal, Melibatkan Orang-Orang Pro Terhadap Papua Merdeka Atau Orang-Orang Pejuang Perdamaian Dan Keadilan

Theo Hesegem, Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua

Theo Hesegem, Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua

PEMERINTAH JAKARTA SERING GAGAL, MELIBATKAN ORANG-ORANG PRO TERHADAP PAPUA MERDEKA ATAU ORANG-ORANG PEJUANG PERDAMAIAN DAN KEADILAN

Penyelesaian masalah Papua tidak pernah akan tuntas tanpa melibatkan orang-orang pro Papua Merdeka

===========================

A. Penyelesaian konflik di Papua butuh Keterlibatan semua Pihak yang punya kepentingan

Penyelesian koflik di Papua, perlu keterlibatan semua pihak antara lain. Tokoh-tokoh Gereja yang pro Indonesia, dan Pro pejuang Papua Merdeka,Tokoh Adat yang pro Idonesia, dan pro Papua merdeka,Tokoh Pemuda yang Pro Indonesia, dan Pro Papua merdeka, Tokoh Perempuan yang pro Indonesia, dan Pro Papua merdeka, Mahasiswa yang pro Indonesia dan Pro Papua merdeka dan termasuk pejuang Ham dan LSM Lembaga Swadaya Masyarakat di Tanah Papua.

Menurut saya keterlibatan orang-orang yang saya sebutkan di atas sangatlah penting untuk dilibatkan mereka untuk mencari solusi persoalan di Papua. kalau memang belum bisa melibatkan semua pihak, yang saya dapat sebutkan di atas seharusnya Pemerintah Pusat melakukan pemetaan terhadap aktor-aktornya dari Papua dan aktor-aktor dari Indonesia untuk melibatkan dalam proses yang dimaksud.

Dan mengundang mereka lalu membangun ruang diskusi secara maraton atau konferhensif dengan tanpa bosan-bosan. Sehingga dapat berpikir cara penyelesaian persoalan Papua dengan cara dan metode ” RESOLUSI PENYELESAIAN KONFLIK “.

Metode Resolusi Penyelesaian Konflik sangatlah penting dan hal itu berlaku dimana-mana di dunia lain, sehingga masalah Papua dan Jakarta dapat diselesaikan dengan resolusi yang dimaksusd, lalu mencapai suatu puncak perdamaian. Sehingga terjadilah “RESOLUSI PERDAMAIAN ” antara ke dua bela pihak yang bermasalah.

B. Pemerintah jakarta sering mengatakan kami sudah berdialog dengan Orang
Asli Papua

Pemerintah jakarta sering mengatakan bahwa kami sudah berkali-kali berdialog dengan Orang Asli Papua dan mau dialog tentang apa lagi ? itu yang sering saya dengar oleh beberapa orang dari Jakarta. Tetapi menurut saya logika berpikir ini yang salah, karena sepengetahuan saya selama ini, yang melibatkan dalam pertemuan adalah mereka yang otaknya Copy Paste dengan pikiran orang Jakarta, maksud saya Orang-orang yang Pro Indonesia.

Lalu dianggap dialog sudah dilakukan. Sehingga tidak perlu lagi ada dialog dengan Orang Asli Papua, sedangkan dialog yang dimaksud tanpa melibatkan orang-orang Pro Papua merdeka

Menurut saya dialog yang terjadi selama ini adalah bukan dialog yang mencari ” RESOLUSI PERDAMAIAN KONFLIK ” yang melibatkan semua pihak tetapi dialog yang dimaksud adalah hanya melibatkan orang-orang yang Pro Indonesia tanpa melibatkan orang-orang Pro Papua merdeka, atau orang-orang yang mengetahui situasi Konflik di Papua antara lain “Pembela-pembela Hak Asasi Manusia di Tanah Papua

Artinya dialog yang tanpa melibatkan orang-orang Pro Papua merdeka, lalu hanya melibatkan orang-orang pro Indonesia, apakah masalah Papua bisa dapat diselesaikan ? Dengan cara yang bijaksana ? Saya yakin bahwa tidak bisa dapat diselesaikan.

BACA JUGA  Topeng-Topeng Rasisme, Kolonialisme, Militerisme, Kapitalisme Penguasa Kolonial Modern Indonesia Di Papua Barat

Karena itu menurut saya tanpa mengundang aktor-aktor tersebut persoalan di Papua tidak pernah akan berakhir dan tidak akan diselesaikan dengan cara DAMAI, sejak kapanpun stalasi kekerasan di tanah Papua akan terus meningkat, yang paling penting untuk saya adalah kedua bela pihak mengerti dan memahami RESOLUSI PENYELESAIAN KONFLIK yang pada intinya menuju pada perdamaian itu sendiri.

Namun kalau masing-masing aktor belum mengerti dan memahami RESOLUSI PENYELESAIAN KONFLIK yang dimaksud, penyelesaian masalah konflik di tanah Papua tidak pernah akan berakhir dan kekerasan akan meningkat. Sedangkan menurut saya kedua bela pihak sangat mengerti dan memahami RESOLUSI PENYELESAIAN KONFLIK yang dimaksud.

Kadang-kadang orang mengerti dan memahami Resolusi Penyelesaian Konflik, namun sering terjadi semacam pura-pura tidak tau dan tidak mengerti, hal itu terjadi di mana-manana dengan maksud supaya membiarkan supaya kekerasan yang dimaksud dapat meningkat dan membuat masalah menjadi rumid dan sulit, untuk menyelesaikan dengan cara damai dan bijaksana. Kecuali ke dua bela pihak sadar akan kekerasan yang dimaksud bahwa kekerasan itu menelan dan merugikan korban jiwa.

C. Pengalaman yang kurang bagus, setiap pertemuan dengan petinggi dari Jakarta di Tanah Papua

Saya punya pengalaman buruk, ketika ada kunjungan dari Pemerintah Pusat makdud saya ( Petinggi dari Jakarta), dan saya tidak mau menyebut nama intitusinya, atau nama orang tetapi kunjungan yang dimaksud pernah terjadi.

Dalam kunjungan yang dimaksud saya sering mendapatkan undangan sebagai Pembela Hak Asasi Manusia di Tanah Papua. Setelah saya melihat dan membaca isi suratnya justru saya senang untuk mengikutinya, karena pada intinya membahas persoalan yang ada di tanah Papua.

Sehingga pikiran saya, saya bisa dapat sampaikan persoalan pelanggaraan hak Asasi Manusia secara terbuka dan transparan kepada tamu terhormat yang datang dari Indonesia Barat itu.Namun persoalan kemanusian itu sulit untuk disampaikan terbuka dan transparan kepada tamu terhormat itu, karena sering kami dibatasi ruang, untuk tidak dilibatkan dalam pertemuan yang dimaksud. sekalipun kami diundang resmi untuk ikut terlibat dalam pertemuan itu.

Anda jangan singgung itulah pengalaman saya yang sering saya alami selama ini, sedangkan kunjungan yang sering dilakukan pemerintah pusat adalah kunjungan resmi atau kunjungan kenegaraan yang dilakukan terhadap warga negaranya, lalu juga mengeluarkan biaya yang cukup besar, untuk mencari informasih tentang konflik di Tanah Papua dan kemudian agar mencari solusi penyelesaian Konflik kekerasan di Tanah Papua.

Menurut Pemerintah Pusat dialog tentang Papua sudah berkali-kali dilakukan di tanah Papua, tetapi kini sampai hari ini tidak ada tanda-tanda RESOLUSI PENYELESAIAN KONFLIK, menuju pada titik perdamaian itu sendiri, yang lebih spesifik lagi isu tentang penyelesaian pelanggaran Hak Asasi Manusian di tanah Papua Barat.

BACA JUGA  ISU RASIALISME DAN ISU HAM PAPUA : DUA INSTRUMEN DIPLOMASI PAPUA MERDEKA

D. Pendekatan dialog dengan pikiran dan otak yang sama apakah konflik bisa dapat diselesaikan ?

Menurut saya upaya pendekan dialog yang dilakukan Pememerintah Pusat terhadap masyarakat Papua, adalah bukan dialog yang mengarah kepada masalah Papua, kadang orang juga kurang memahami dan tidak mengerti kadang pertemuan biasa sering disebut dialog. Oleh karena itu sebenarnya kita bisa dapat membedakan dialog dan pertemyan, sangat jelas bahwa kalau yang disebut dialog melibatkan orang-orang yang berbedah pandangan, tetapi diaolg yang sering dilakukan dengan orang-orang yang pikiran yang sama bukan dialog.

Yang saya ketahui selama ini,
dialog yang dilalukan di Papua oleh pemerintah Jakarta, selama ini hanya melibatkan orang Papua yang pikiranya dan otaknya sama dengan Pemerinrah Indonesia.

Sangat jarang melibatkan orang-orang Papua yang pikirannya berbeda dengan orang jakarta.apa bila dilakukan hal-hal seperti ini, bagimana masalah Konflik di Papua dapat diselesaikan ? Saya yakin bahwa tidak ada solusi atau jalan keluar, penyelesaian konflik di Papua. Pada akhirnya masalah akan terus bertambah.

Menurut pandangan Pemerintah Pusat, orang-orang yang berbeda pandangan adalah semacam anti bagi Pemerintah Pusat. Setiap orang yang memiliki niat yang baik untuk menyelesaikan semua masalah, biasanya menghadirkan kedua bela pihak yang berbeda pandangan.
Menghadirkan ke dua pandangan yang bebeda adalah sebuah kunci keberhasilan.

E. Konflik di Papua akan tambah rumit dan sulit diselesaikan

Di rumah saya didatangi adik-adik intel saya tidak mau menyebut mereka dari intitusi mana ? Saat itu mereka bertanya ” Bagimana menurut kak, sekarang ini pemerintah pusat sedang mengkaji soal Papua.Dengan harapan supaya Papua memiliki Provinsi dan kabupaten agar supaya masyarakat rasa aman dan mendapat kesejakteraan yang layak. Itu pertanyaan mereka.

Lalu saya sampaikan begini ” Kira-kira berapa jumlah penduduk Orang asli Papua, sehingga Pemerrintah pusat melakukan pemakaran yang dimaksud ? Mungkin menurut Pemerintah Indonesia, setelah ada pemakaran provinsi dan Kabupaten masalah Papua akan selesai.

Tetapi menurut saya pandangan Pemerintah salah, semestinya mereka harus merubah kebijakan baru dalam arti bagimana supaya bisa merangkul OPM/TPNPB yang sedang bergeriliawan di Hutan. Mengajak mereka untuk bersialog yang bermartabat dan berwibawah sebagai orang-orang yang beradab, sehingga duduk bersama di meja berundingan melibatkan pihak ke tiga untuk dapat mediasi kedua bela pihak.

Tetapi tanpa melibatkan mereka saya yakin bahwa Papua tidak pernah akan aman, sekalupun Pemerintah Indonesia ingin melakukan Pemakaran Provinsi dan Kabupaten, dan menurut saya itu sebuah yang mustahil.

Wamena, 10 Juli 2021

Direktur Eksekutif

Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua

   Theo Hesegem

Telp.081344553374

Share :

Baca Juga

Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua.

Jakarta

KETIKA MENYEBUT NAMA PENDETA SOCRATES SOFYAN YOMAN, MAKA INGATAN ORONG HANYA DUA; IA SEORANG PENDETA & JUGA PENULIS ASAL PAPUA YANG UNIK

Opinion

SOAL PESAWAT YANG DIBAKAR DI PAGAMPA, KABUPATEN INTAN JAYA, PAPUA
normshedpapua

Kisah Inspiratif

KISAH SINGKAT ROHINGYA DARI BANGLADESH KE RAKHINE AKHIRNYA DIRELOKASI KE PULAU BHASAN CHAR
Dr. Socratez Sofyan Yoman, MA

Opinion

Topeng-Topeng Rasisme, Kolonialisme, Militerisme, Kapitalisme Penguasa Kolonial Modern Indonesia Di Papua Barat
Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua.

Opinion

KITA TIDAK HIDUP DALAM ZAMAN BATU: RAKYAT DAN BANGSA WEST PAPUA BERJUANG UNTUK MERDEKA SEBAGAI BANGSA BERDAULAT BUKAN KARENA DUKUNGAN KOMUNITAS INTERNASIONAL

Opinion

ADA ORANG-ORANG YANG SANGAT TERGANGGU KARENA DEWAN GEREJA PAPUA (WPCC) BELUM KOMENTAR TENTANG PEMBAKARAN PESAWAT MAF OLEH ORANG TAK DIKENAL (OTK)
KEGELISAHAN HATI SAYA SELAMA DI PAPUA

Opinion

KEGELISAHAN HATI SAYA SELAMA DI PAPUA DAN SAYA MENEMUKAN JAWABANNYA DALAM BUKU DAN ARTIKEL GEMBALA DAN GURU BANGSA DR. SOCRATEZ S.YOMAN, MA

Opinion

SEJARAH SINGKAT PERUBAHAN NAMA GEREJA BAPTIS PAPUA