Home / Preaching

Thursday, 28 October 2021 - 23:48 WIB

Refleksi Firman Tuhan Dalam Rangka HUT Ke-65 Pekabaran Injil Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua (PGBWP) pada 28 Oktober 1956-28 Oktober 2021

Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua. Dr. Socratez Sofyan Yoman, MA

Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua. Dr. Socratez Sofyan Yoman, MA

REFLEKSI FIRMAN TUHAN DALAM RANGKA HUT KE-65 PEKABARAN INJIL PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA BAPTIS WEST PAPUA (PGBWP) PADA 28 OKTOBER 1956-28 OKTOBER 2021

Oleh Gembala Dr. Socratez Yoman,MA

Tema: INJIL MEMBEBASKAN MEREKA YANG TERTINDAS DAN JUGA MEREKA YANG MENINDAS (Roma 1:16-17).

Apa makna dan pengertian serta isi pesan dari tema: Injil membebaskan mereka yang tertindas dan mereka yang menindas? 

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada dua keyakinan orang Kristen yang paling mendasar dan hakiki, yaitu:

  1. Dari Pandangan TUHAN tentang Injil yang membebaskan mereka yang terindas dan mereka yang menindas.

Pertanyaannya ialah siapa yang menjadi korban penindasan dan siapa yang menjadi penindas sehingga manusia membutuhkan kebebasan dari Allah?

Alkitab memberikan kesaksian kepada kita semua  bahwa umat manusia menjadi korban penindasan atau dibelenggu dari kegelapan kekuasaan Iblis dan dosa. Untuk membebaskan manusia yang menjadi korban penindasan dan belenggu dari kuasa Iblis dan kuasa dosa, maka manusia membutuhkan pembebas, penyelamat dan  penolong. Karena manusia sendiri sudah tidak berdaya dan tidak mampu  membebaskan diri dan menyelamatkan diri dari belenggu penindasan dan penjajahan itu. Sehingga Allah merelakan diri berkorban  menjadi  Sang Pembebas dan Penebus umat manusia yang dikandung dengan kuasa Roh Allah dan lahir sebagai Manusia Sejati, rela mati tersalib di golgota dan bangkit dari kematian-Nya dari dalam kubur pada hari ketiga yang membuktikan bahwa Allah berkuasa atas kematian dan kebangkitan.

Rasul Paulus merumuskan imannya dengan sempurna dengan mengatakan: “Aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan umat manusia dari belenggu kuasa Iblis dan kuasa dosa, dan  Injil menyatakan kebenaran Allah” (Roma 1:16-17).

Pertanyaan kita ialah apa itu Injil? Rasul Paulus mengatakan Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan umat manusia dan Injil menyatakan kebenaran Allah.  Apa yang disampaikan rasul Paulus ini, kita semua mengatakan bahwa benar, ya dan amin.

Sepanjang sejarah, dari waktu ke waktu, dari abad ke abad, para pekabar Injil, orang Kristen, para gembala, hamba-hamba Tuhan, para pendeta selalu berkhotbah tentang Injil dengan berapi-api dan semangat yang luar biasa di mana-mana karena kuasa Roh Kudus.

“Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” ‘sampai ke Papua’ (Kis 1:8).

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman” (Matius 28:18-20).

Para orang-orang kudus ini dengan kuasa dan mandat ilahi dari Yesus Kristus  yang diliputi kuasa Roh Kudus sampaikan dengan keyakinan teguh bahwa Injil adalah kabar baik. Injil adalah kabar gembira. Injil adalah kabar keselamatan. Injil adalah kabar damai sejahtera. Injil adalah kabar pemberi kepastian jaminan pengharapan hidup kekal kepada orang-orang yang percaya Injil. Injil adalah kabar sukacita. Injil adalah kabar bahagia. Injil kabar yang menyatakan kebenaran Allah.

Semua yang disebutkan ini benar, ya, dan amin. Tetapi, apa itu Injil yang membebaskan mereka yang tertindas dan mereka yang menindas?

Rasul Paulus menyatakan dengan sempurna bahwa Injil ialah berita atau kabar tentang Kelahiran Yesus, Kematian Yesus, Kebangkitan Yesus.  Jadi, Injil merupakan jantung dan inti serta  pusat iman Kristen. Sehingga, pemberitaan Injil yang tidak berpusatkan pada berita kelahiran Yesus, kematian Yesus, dan kebangkitan Yesus Kristus itu bukanlah berita Injil. 

Saudara-saudara, orang-orang kudus dan imamat yang rajani dan orang-orang benar, lebih jelasnya kita belajar apa yang disampaikan Rasul Paulus apa itu Injil.

“Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci, tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita” (Roma 1:1-4).

Seperti Rasul Paulus memberikan ketegasan: “Keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kisah Para Rasul 4:12).

Rasul Yohanes  mengatakan: ” Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini (kepada manusia), sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal” ( Yohanes 3:16).

Sekarang manusia tidak tertindas lagi dan tidak terbelenggu lagi dan tidak dikuasai lagi oleh  kuasa Iblis dan kuasa dosa,  karena kuasa Iblis dan kuasa dosa sudah dikalahkan dan sudah dihancurkan melalui kuasa Injil, yaitu Kelahiran Yesus, Kematian Yesus dan Kebangkitan Yesus.

Melalui kelahiran Yesus, kematian Yesus dan kebangkitan Yesus manusia yang tertindas dan yang hidup dalam kegelapan  kuasa Iblis dan kuasa dosa dapat dibebaskan, dimerdekakan, didamaikan kembali dengan Allah, dan diberikan kepastian jaminan pengharapan kehidupan kekal dalam Kerajaan Allah. Sekarang kita semua, saudara dan saya tidak berada lagi sebagai manusia tertindas, manusia tertawan, manusia dalam penjara kegelapan kuasa Iblis dan kuasa dosa.

BACA JUGA  Surety Bonds Protect Infrastructure Investment

Yesus Kristus berkata: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan kebebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang” (Lukas 4:18-19).

2.  Injil dalam dunia realitas yang membebaskan mereka yang tertindas dan mereka yang menindas

Dalam konteks dan situasi umat Tuhan di Tanah Papua Barat dari Sorong-Merauke sejak 1 Mei 1963 sampai tahun 2021 saat ini, “tema Injil membebaskan mereka yang tertindas dan mereka yang menindas” sangat relevan dan kontektual.

Hari ini, 28 Oktober 2021, seluruh warga Baptis West Papua dengan gembira, sukacita besar dan dengan bangga memuji dan memuliakan Tuhan atas dinyatakannya Injil tentang kelahiran Yesus, kematian Yesus dan kebangkitan Yesus kepada suku Lani, orang Papua, orang Melanesia pada 28 Oktober 1956 yang ke-65 tahun.

Saudara-saudara,  65 tahun Gereja Baptis adalah bukan waktu yang singkat. Keberadaan Gereja Baptis sudah lebih dari enam dekade di Tanah ini, di Negeri ini, di Tanah orang Papua, di Tanah orang Melanesia, yaitu 65 tahun, maka selama 65 tahun juga Injil yang membebaskan mereka yang tertindas dan mereka yang ditindas itu diberitakan dan digemakan di mimbar-mimbar Baptis.
Para pemimpin Baptis yang dipilih, dikuduskan, diurapi dan ditetapkan TUHAN Yesus Kristus dengan kokoh, kuat dan kuasa Roh Kudus selama 65 tahun,  mereka terus-menerus sampaikan bahwa  Injil adalah kabar baik. Injil adalah kabar gembira. Injil adalah kabar keselamatan. Injil adalah kabar damai sejahtera. Injil adalah kabar pemberi kepastian jaminan pengharapan hidup kekal. Injil adalah kabar sukacita. Injil adalah kabar bahagia. Injil kabar yang menyatakan kebenaran Allah.

Tetapi, selama 65 tahun pemberitaan Injil  yang membebaskan mereka yang tertindas dan mereka yang menindas, selama 65 tahun itu juga umat Tuhan, orang asli Papua, pemilik Negeri dan Tanah ini, diduduki, ditindas, dijajah, dilumpuhkan, dimiskinkan, disingkirkan, dibuat tidak berdaya, dimusnahkan, dibantai seperti hewan dan binatang buruan, seluruh buku-buku tentang identitas bangsa Papua dibakar dan dimusnahkan, Tanah tanah dirampas/dirampok, hutan rampok, emas dirampok oleh penguasa asing kolonial modern Indonesia sejak 1 Mei 1963.

Selama pemberitaan Injil 65 tahun, umat Baptis dan seluruh orang asli Papua ditindas dengan mitos-mitos, stigma, label yang diproduksi oleh para penguasa kolonial modern Indonesia sejak 1 Mei 1963 sampai sekarang kita berada dalam tahun 2021 di era modern dan globalisasi.

Para penindas kolonial modern Indonesia menyebut orang asli Papua, pemilik tanah ini, orang-orang terbelakang, tertinggal, termiskin, belum mampu, belum bisa, kelompok gerakan pengacau keamanan (GPK), kelompok gerakan pengacau (GPL).

Di depan mata Injil yang diberitakan selama 65 tahun oleh orang-orang Baptis dan orang Kristen untuk membebaskan mereka yang tertindas dan mereka yang menindas, para penindas kolonial modern Indonesia secara aktif dan terus-menerus memproduksi, memelihara, merawat dan menggunakan mitos, label, stigma yang lebih kejam, biadab, tidak beradab, tidak manusiawi, tidak adil, yaitu:
Orang Asli Papua dilabel sebagai separatis, OPM, makar, KKB, monyet dan teroris.

Injil sudah dinyatakan sejak 5 Februari 1855  dan sudah mencapai 166 tahun, tapi, kolonialisme, militerisme, rasisme, kapitalisme, fasisme, ketidakadilan, pelanggaran HAM berat, pemusnahan etnis penduduk asli Papua secara sistimatis, terstruktur, masif dan kolektif dilaksanakan oleh para penindas kolonial modern Indonesia dengan mempertahankan sejarah penggabungan Papua Barat ke dalam wilayanya orang Indonesia yang berwatak teroris, rasis, fasis yang berkultur militer melalui Pepera 1969 yang penuh darah dan air mata yang dimenangkan militer dengan moncong senjata dan juga cacat moral dan hukum yang melawan hukum internasional dan juga melawan hati nurani orang asli Papua.

Di depan Injil yang sudah diberitakan selama 166 tahun dan lebih khusus dalam tubuh warga Baptis West Papua selama 65 tahun, para perampok, pencuri, penipu, pembohong, penjahat, pembunuh, tukang janji kosong yang dikenal luas atau lebih populer, bangsa kolonial modern Indonesia menduduki dan menindas orang asli Papua.

Di depan orang-orang yang percaya dan memberitakan Injil, kekerasan negara melalui kekuatan militer berlangsung di Nduga, di Intan Jaya, di Puncak, di Yahukimo, di Maybrat, di Pegunungan Bintang.

Ada generasi penerus bangsa Papua, penerus gereja Tuhan, penerus keluarga yang tewas ditembak tentara kolonial asing Indonesia, di kota Sugapa Intan Jaya pada hari Rabu, 26 Oktober 2021 pada jam 9 malam. Anak-anak yang tewas, yaitu: NOPELINUS SONDEGAU, usia 2 tahun, leluru kena di perut dan tali perut keluar dan YOHAKIM MAJAU umur 6 tahun masih hidup.

Dalam realitas dan dinamika kehidupan orang asli Papua  seperti ini, pertanyaannya ialah dimana pengaruh Injil  kekuatan Allah, Injil yang menyelamatkan, Injil yang menyatakan kebenaran Allah, Injil kabar baik, Injil kabar gembira, Injil kabar keselamatan, Injil kabar damai sejahtera, Injil  kabar pemberi kepastian jaminan pengharapan hidup kekal, Injil kabar sukacita, Injil kabar bahagia, Injil kabar yang mendamaikan Allah dengan mamusia dan mendamaikan manusia dengan manusia?

Fakta sejarah pemberitaan Injil  yang membebaskan mereka yang tertindas dan mereka yang menindas membuktikan bahwa para penginjil dan misionaris asing terbangkan pesawat MAF dan Helikopter untuk menyelamatkan orang asli Papua dengan Injil adalah kekuatan Allah. Satu contoh dari banyak contoh yang lain:

BACA JUGA  Refleksi dari FF Sahabat Pembaca Artikel dan Tulisan Dr. Socratez S.Yoman ( Kalimantan, Selasa,22 September 2020).

Pilot Albert Lewis berkembangsaan Amerika sebelum menerbangkan pesawat untuk pertama kali ke Lembah Balim untuk suku Hubula, suka Yali dan suku Lani, ia menyatakan iman kepada Injil sebagai berikut:

“Saya tidak tahu harganya yang harus dibayar untuk memasuki lembah Balim, tetapi saya bersedia membayar harga itu.”

Pilot Albert Lewis menerbangkan pesawat tujuan Lembah Balim dan mendarat dengan selamat pada 20 April 1954.  Akhirnya, pada 28 April 1955 Albert Lewis mengalami kecelakaan pesawat dalam perjalanan dari Sentani menuju Lembah Balim. Ia menabrak sebuah gunung yang tinggi di sebelah utara Sekan dari Lembah Balim.

Para misionaris asing terbangkan pesawat dan rela mati untuk selamatkan orang asli Papua, tetapi penguasa kolonial Indonesia terbangkan pesawat dan helikopter untuk menembak mati orang asli Papua untuk kepentingan NKRI dan kepentingan merampok atau mencuri sumber daya alam di Papua.

Kejahatan kemanusiaan dan ketidakadilan yang dilakukan oleh penguasa kolonial modern Indonesia, karena mereka telah kehilangan sebagian besar dari kemamusiaan mereka dan mereka telah menjadi sama seperti orang-orang yang berwatak binatang dan hewan. Karena itu, kita menolong kembalikan kemanusiaan mereka dengan Injil adalah kekuatan Allah.

Saudara-saudara, orang-orang benar, kudus dan beriman, warga Baptis dan warga Papua, kita semua melihat, menyaksikan dan merasakan, mengalami, dari waktu ke waktu, sejak 1 Mei 1963 sampai saat ini ada

kolonialisme, militerisme, rasisme, kapitalisme, fasisme, ketidakadilan, pelanggaran HAM berat, pemusnahan etnis penduduk asli Papua secara sistimatis, terstruktur, masif dan kolektif dilaksanakan oleh para penindas kolonial modern Indonesia dengan mempertahankan sejarah penggabungan Papua Barat ke dalam wilayanya orang Indonesia yang dengan cara yang curang  melalui Pepera 1969 yang penuh darah dan air mata yang dimenangkan militer dengan moncong senjata dan juga cacat moral dan hukum yang melawan hukum internasional dan juga melawan hati nurani orang asli Papua.

Maka, perjuangan rakyat dan bangsa Papua Barat untuk merdeka dan berdaulat penuh melalui wadah politik resmi United Liberation Movement for West Papua (ULMWP)  yang didukung dari kekuatan TPN-PN dan KNPB harus didukung dengan terang Injil untuk menolong dan membebaskan mereka yang tertindas dan mereka yang menindas.

Karena TUHAN Yesus Kristus, Alkitab Firman Allah yang hidup dan berkuasa, Gereja Baptis, Dewan Gereja Papua (WPCC) tidak melarang Papua Barat Merdeka. Yang dilarang TUHAN Yesus Kristus, Alkitab, Gereja Baptis, Dewan Gereja Papua (WPCC) ialah jangan membunuh dan jangan mencuri (Keluaran 20:13, 15).

Injil bukan teori. Injil bukan khotbah. Injil bukan berada di gedung-gedung ibadah yang mewah dan megah. Injil tidak berada di ruang ber-AC. Injil tidak duduk manis di kursi-kursi sofa.

Injil berada dan hadir dalam dunia realitas, di berbagai tempat, di berbagai golongan manusia dari tingkat umat tertindas, miskin, tak berdaya, yang disingkirkan, yang dibaikan dan di kalangan orang-orang kaya sampai di level-level atas. Injil ada untuk semua umat manusia. Injil hadir dalam dunia realitas melalui kelahiran-Nya, kematian-Nya dan kebangkitan-Nya tidak kompromi dengan kuasa Iblis dan kuasa dosa dan Injil tidak kompromi dengan ketidakadilan, kolonialisme, kapitalisme, militerisme, rasisme, fasisme, kejahatan kemanusiaan.

Prof Dr. Franz Magnis-Suseno memberikan kesimpuan yang tepat tentang keadaan umat Tuhan di Papua, terutama yang dialami orang asli Papua, sebagai berikut:

“Situasi di Papua adalah buruk, tidak normal, tidak beradab, dan memalukan, karena itu tertutup bagi media asing. Papua adalah luka membusuk di tubuh bangsa Indonesia. …Kita akan ditelangi di depan dunia beradab, sebagai bangsa biadab, bangsa pembunuh orang-orang Papua, meski tidak dipakai senjata tajam.”

Sementara Pastor Frans Lieshout mengatakan: “Papua tetaplah luka bernanah di Indonesia.”

Karena keadaan orang asli Papua sudah seperti luka membusuk dan luka bernanah, maka kekuatan Injil menjadi kebutuhan utama, penting dan mendesak untuk menyembuhkan dan memulihkan, karena Injillah yang membebaskan, memerdekakan, mendamaikan, memberikan harapan hidup kekal mereka yang tertindas dan mereka yang menindas. Injil mengangkat martabat kemanusiaan laki-laki dan perempuan dan Injil membuat manusia mempunyai kesamaan derajat dan Injil tidak membeda-bedakan suku, ras, etnis, dan latar belakang, karena manusia diciptakan sesuai gambar dan rupa Allah dengan kekuatan Injil itu sendiri (Kejadian 1:26). “Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. …semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Yohanes 1:10, 12).

Ita Wakhu Purom, 28 Oktober 2021

Gembala Dr. Socratez Yoman,MA

  1. Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua (PGBWP)
  2. Anggota Dewan Gereja Papua (WPCC).
  3. Anggota Konferensi Gereja-Gereja Pasifik (PCC).
  4. Aliansi Baptis Dunia (BWA).

Share :

Baca Juga

pdt-socratez-sofyan-yoman

Preaching

Renungan : Kesombongan & Kerendahan Hati ( Baian 1)

Preaching

KHOTBAH PEMBERKATAN NIKAH GEREJA BAPTIS ITA WAKHU PUROM

Article

REFLEKSI: HARI INJIL KE-165 DI TANAH PAPUA PADA 5 FEBRUARI 2020

Preaching

APAKAH DAMAI NATAL TELAH HILANG DI NDUGA, INTAN JAYA DAN PUNCAK-PAPUA DENGAN STIGMA SEPARATIS, MAKAR, OPM DAN KKB ?
pdt-socratez-sofyan-yoman

Preaching

Yesus Kristus Adalah Raja, Guru, Dan Gembala Separatis Sejati

Preaching

Sudah Waktunya Kekuatan Injil Bersuara Mendukung Perjuangan Kemerdekaan Papua Barat
Injil ke-166 Tahun pada 5 Februari 2021

Preaching

TEMA : DI PAPUA ADA DUA INJIL, YAITU: INJIL MANUSIA & INJIL YESUS KRISTUS
Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua.

PGBWP

IBADAH NATAL PEMBUKAAN PGBWP PADA 3 DESEMBER 2020