Home / Reality/Fact / Tak Berkategori

Monday, 4 April 2022 - 17:42 WIB

Pak Tonny pernyataan yang tidak bermoral, tidak bermartabat dan sangat menghina dan melecehkan rakyat dan bangsa Papua pada umumnnya dan lebih khusus rakyat Pegunungan Papua

Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua. Gembala DR. A.G. Socratez Yoman,MA

Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua. Gembala DR. A.G. Socratez Yoman,MA

Realitas/Fakta Politik

ROBERT ROUW BANUA ANGGOTA DPRRI, JOHN ROUW BANUA KETUA DPRP DAN JOHN RICHARD ROUW BANUA BUPATI KABUPATEN JAYAWIJAYA, TONY TESAR PERNAH MENJADI ANGGOTA DPDRI 2004-209, YORRYS RAWEYAI ANGGOTA DPR RI SUARA NOKEN DARI PAPUA-PEGUNUNGAN

Oleh Gembala DR. A.G. Socratez Yoman,MA

Saya mengutip perkataan pak Tonny Tesar yang menjadi viral di media massa. Ini pernyataan yang tidak bermoral, tidak bermartabat dan sangat menghina dan melecehkan rakyat dan bangsa Papua pada umumnnya dan lebih khusus rakyat Pegunungan Papua.

“Apakah Papua mau begini terus? Dengan seorang leadership, dengan leadership yang dipilih hanya dengan noken, dengan noken. Dan kemudian yang saudara-saudara kita Saireri yang punya kapasitas kemampuan ini hanya menjadi penonton, tidak bisa mamajukan diri sendiri. Kalau ini jadi frustrasi, saya berfikir akan menjadi ancaman berat untuk NKRI di Tanah Papua. Ini akan menjadi persoalan jangka panjang. Kalau yang intelektual-intelektual Saireri ini, kalau berbicara tidak turun jalan. Mereka tidak akan berbicara semonstrasi-demonstrasi. Tapi mereka akan melakukan cara-caranya. Ini akan merepotkan. Mereka bisa bawa bendera merah putih ke Tanah Papua dan mereka juga akan mengeluarkan merah putih dari Tanah Papua.”

Dari pernyataan ini ada beberapa gambaran dan penjelasan supaya publik tidak disesatkan dengan pikiran rasial dan sangat diskriminatif ini.

  1. Robert Rouw Banua anggota DPR RI, John Rouw Banua anggota DPRP Papua, John Richard Rouw Banua bupati Kabupaten Jayawijaya dan Tonny Tesar menjadi anggota DPDRI periode 2004-2009, Yorrys Raweyai anggota DPDRI adalah SUARA NOKEN dari Papua bagian LAPAGO dan MEEPAGO.
  2. Ibu Letry Rouw Banua yang mengendalikan proyek-proyek dengan uang bernilai besar di provinsi Papua adalah pada saat seorang Gubernur dengan leadershipnya hasil dari SUARA NOKEN, dan tentu ada suara Saireri  juga yang tidak gunakan NOKEN.
  3. Sejarah  59 tahun membuktikan bahwa Saudara-Saudara dari Saireri bukan PENONTON, mereka adalah orang-orang yang TUHAN hadirkan dan Negara pakai sebagai pelaku pembangunan di Tanah Papua.
BACA JUGA  Apakah Komnas HAM RI Mau Berdialog Dengan OPM Binaan Militer Atau Kepolisian Indonesia?

Pak Tonny Tesar ikut mengaburkan dan berusaha menghilangkan fakta sejarah proses atau dinamika pembangunan di TANAH Papua. Semua orang Papua Sorong-Merauke tidak pernah menjadi PENONTON. Mereka punya andil hebat dan pelaku pembangunan dengan KAPASITAS dan KEMAMPUAN terbaik mereka.

Nama-nama mereka sebagai berikut:

  1. Eliezer Jan Bonay, gubernur Irian Barat  (1 Mei 1963-20 November 1964)  berasal dari Serui.
  2. Frans Kaisiepo, gubernur Irian Jaya (20 November 1964-29 Juni 1973) asal dari Biak.
  3. Isaac Hindom, gubernur Irian Jaya (1983-1988) berasal dari Fakfak.
  4. Barnabas Suebu, gubernur Papua (1988-1993; 2006-2011), asal Sentani, Jayapura.
  5. Jacob Pattipi, gubernur Papua (1993-1998) berasal dari Fakfak.
  6. Freddy Numbery, gubernur Papua (1998-2000) berasal dari Serui. Tokoh yang membiayai dan mengantar Tim 100 dari Papua yang menghadap Presiden Prof. Dr. B.J.Habibie di Istana Presiden pada 26 Februari 1996.
  7. Jacobus Perviddya Solossa, gubernur Papua (23 November 2000-2005) berasal dari Kepala Burung, Sorong.
  8. Lukas Enembe, gubernur Papua (9 April 2013-9 April 2018; 9 April 2019-9 April 2023).

TANAH Papua adalah pemberian TUHAN untuk orang Papua yang beretnis Melanesia ini. Dalam menjaga dan memelihara TANAH leluhur dan pusaka ini orang-orang dari Sorong-Merauke menjadi pelaku dan penggerak pembangunan di TANAH ini. Tidak ada orang yang menjadi PENONTON. Siapa yang menjadi PENONTON?

  1. TIDAK MUNGKIN, orang-orang SAIRERI menjadi ancaman berat untuk NKRI di Tanah Papua dan menjadi persoalan panjang. Mengapa TIDAK MUNGKIN ancaman berat bagi NKRI dan tidak akan bawa keluar bendera merah putih dari TANAH Papua?

Karena, para intelektual yang punya KAPASITAS dan KEMAMPUAN hebat yang berasal dari SAIRERI telah menjadi BUMPER (BAMPER) NKRI, yaitu, Jenderal Freddy Numbery, Michael Menafandu, Yorrys Raweyai, Felix Wanggai, Frans Maniagasi, dan kader muda Yan Mandenas dan juga Nickolass (Nick) Messet; alm. FransAlbert Yoku, Hendrik Udam, Ibu Fintje Suebu Dubes RI di New Zealand dan masih beberapa orang yang lain.

Papua TANAH luluhur kami. Papua TANAH pusaka kami. Kami dengan setia jaga TANAH Papua sebagai MAMA kami walaupun kami dibantai dan dimusnahkan dengan moncong senjata demi kepentingan Sumber Daya Alam di TANAH ini.

BACA JUGA  Para Penguasa Pemerintah Dan Tni-Polri Sangat Keliru Dalam Memandang Peran Para Pemimpin Gereja Di Papua

Walaupun kami dihancurkan dan dipecahbelah dengan dikotomi gunung dan pantai, kami tetap bersatu jaga TANAH kami.

Kami bukan orang-orang Pendatang. Kami bukan orang-orang terdampar. Kami bukan orang-orang yang pelarian cari perlindungan di TANAH ini. Kami bukan bangsa pengemis. Kami punya TANAH dan punya KEHIDUPAN.

Kami masih ada di TANAH. Kami masih bernafas di TANAH kami. Kami melihat dan belajar semua yang terjadi di atas TANAH kami.

Kami MELIHAT dan MENYAKSIKAN Ada banyak perampok, pencuri, pembohong, penjarah, pembunuh berwatak rasis, fasis, berbar dan kriminal yang berdasi  DATANG di TANAH leluhur kami atas nama NKRI, pada hal sesungguhnya demi EMAS, GAS, URANIUM, dan MINYAK DI TANAH pusaka kami.

“Mulut orang benar adalah sumber kehidupan” (Amsal 10:11). “Di bibir orang berpengertian terdapat hikmat” (Amsal 10:13). “Lidah orang benar seperti perak pilihan” (Amsal 10:20). “Bibir orang benar menggembalakan banyak orang” (Amsal 10:21).

“Bibir orang benar tahu akan hal yang menyenangkan, tetapi mulut orang FASIK hanya tahu TIPU MUSLIHAT” (Amsal 10:32).

“Hikmat tinggal di dalam hati orang yang berpengertian, tetapi tidak dikenal di dalam hati orang bebal” (Amsal 14:33).

Oleh karena itu, ” Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan” (Amsal 4:23).

Terima kasih banyak pak Tonny Tesar. Kami berdoa supaya pak Tonny Tesar dan keluarga semua selalu baik-baik saja di TANAH yang penuh darah, air mata, penderitaan dan tulang belulang yang berserakan ini.

Pak Tonny Tesar, berhenti sebut-sebut kata “NOKEN” karena NOKEN  bukan barang permainan. NOKEN itu hidup, harga diri dan martabat KAMI orang-orang LAPAGO DAN MEEPAGO.

Ita Wakhu Purom, 4 April 2022

Gembala DR. A.G. Socratez Yoman, Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua (PGBWP).

Kontak person: 08124888458

Share :

Baca Juga

pdt-socratez-sofyan-yoman

Reality/Fact

PEMEKARAN 6 PROVINSI BONEKA DI PAPUA UNTUK MEMPERLUAS KOLONIALISME DENGAN 6 KODAM, 6 POLDA, 35 KODIM, 35 POLRES, 10 KOREM: TANAH PAPUA MENJADI RUMAH MILITER DAN KEPOLISIAN KOLONIAL INDONESIA

Reality/Fact

JUSUF KALLA BAGIAN DARI KEKERASAN DAN KEJAHATAN NEGARA DAN TIDAK LAYAK MENJADI MEDIATOR UNTUK PENYELESAIAN PERSOALAN PAPUA

Tak Berkategori

Surety Bonds Protect Infrastructure Investment
Dr. Socratez Sofyan Yoman, MA

Reality/Fact

OTONOMI KHUSUS 2001 SUDAH MATI ATAU GAGAL TOTAL: PERUNDINGAN INDONESIA-ULMWP DIMEDIASI PIHAK KETIGA YANG LEBIH NETRAL ADALAH SOLUSI PERDAMAIAN PERMANEN

Tak Berkategori

Instead of a Sports Fan, Become a Sports Participant
Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua

Papua

Pemerintah Indonesia Dan DPR RI Adalah Separatis

Tak Berkategori

How to Give Your 2016 Resolutions Staying Power
PGBBWP

Perspektif

Perdamaian Tanpa Keadilan Bukan Perdamaian Karena Syarat Utama Perdamaian Permanen Adalah Keadilan & Kebenaran