Home / Papua

Monday, 15 February 2021 - 14:27 WIB

SISTEM POLITIK DI PEGUNUNGAN ITU SISTEM BIG MAN DENGAN BANYAK ISTILAH SEPERTI AP KAIN (HUBULA), AP DUNGON/AP SUWON (YALI), TONOWI (MEE), SONOWI (MONI), DLL

Dr. Ibrahim Peyon, Antropolog Papua

Dr. Ibrahim Peyon, Antropolog Papua

POLITIK BIG MAN

“Sistem politik di pegunungan itu sistem big man dengan banyak istilah seperti ap kain (hubula), ap dungon/ap suwon (yali), tonowi (mee), sonowi (moni), dll.

Para Big Man dasarnya berbasis klen dan kampung, bila dalam kaitan dengan perang, pesta raja dan politik modern sekarang pengaruhnya diperluas pada tingkat konfederasi atau aliansi mencakup beberapa kampung sekitar.

Konfederasi juga dibentuk dilandasi historis tertentu. Big Man memiliki kekuasaan di wilayahnya sendiri, dan tidak diluar itu. Seseorang menjadi Big Man diperoleh melalui pencapaian, maka dia diakui sebagai Big Man. Seorang Big Man tidak diangkat atau diteguhkan oleh lembaga tertentu, tetapi orang melihat kepribadian dan pencapaiannya kemudian diakui secara otomatis sebagai orang besar.


Dalam masyarakat pegunungan Papua baik di wilayah Lapago maupun Mepago tidak mengenal sistem kepemimpin KEPALA SUKU, sistem ini baru dibentuk oleh pemerintah Indonesia untuk kepentingan PEPERA tahun 1969, dan dilanjutkan oleh pemerintah Orde Baru untuk mengamankan kekuasaan pemerintah Indonesia.

Orang-orang yang klaim diri sebagai kepala suku di daerah pegunungan ini adalah kepala suku yang diangkat oleh pemerintah atau diklaim dirinya sebagai kepala suku untuk kepentingan tertentu, yang tidak didasarkan pada akar budaya atau sistem Big Man tadi. Maka seseorang yang klaim diri sebagai kapala suku besar, atau apa pun istilahnya itu tidak memiliki legitimasi rakyat.

BACA JUGA  ULMWP: CAP OPM-KKB TERORIS CIPTAAN KOLONIAL

Kepala suku macam ini berdiri di atas udara, tanpa mendapat legitimasi oleh masa rakyat. Siapa saja bisa mengklaim sebagai kepala suku, atau kepala suku besar untuk memperoleh kepentingan tertentu, uang, kekuasaan, dan sumber daya lain.


Baik dalam konteks Big Man maupun sistem kepala suku modern milik Indonesia ini, tidak satu pemimpin tunggal untuk sebuah wilayah setingkat sub suku, Suku dan areal kultural tertentu. Tidak ada kepala suku umum juga untuk sebuah wilayah setingkat Kabupaten, atau Provinsi. Realita yang ada itu, seseorang Big Man termasuk juga kepala suku itu daerah kekuasaannya terbatas hanya pada tingkat klen, kampung dan konfederasi. Di luar itu, bukan miliknya.

BACA JUGA  Diduga Indonesia pandai memainkan skenario untuk menciptakan konflik horizontal dan mengelabui masyarakat dalam rangka mencapai tujuan tertentu

Karena setiap kampung dan konfederasi memiliki seorang pemimpin sendiri. Dengan demikian tidak ada seorang Big Man atau Kepala suku tunggal untuk sebuah suku semisal suku Yali, Hubula, dan atau suku Lanni.

Share :

Baca Juga

pdt-socratez-sofyan-yoman

Papua

Dalam buku: Kami Bukan Bangsa Teroris, karya Dr. Socratez S.Yoman, 2021 : 119) terungkap :
pdt-socratez-sofyan-yoman

Papua

SERUAN MORAL DEWAN GEREJA PAPUA (West Papua Council of Churches)
Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua.

Article

“KETIKA IR. SUKARNO DAN KAWAN-KAWANNYA MELAWAN PENJAJAHAN, IA DAN KAWAN-KAWANNYA DISTIGMA SEPARATIS OLEH KOLONIAL BELANDA.
pdt-socratez-sofyan-yoman

Papua

Diduga Indonesia pandai memainkan skenario untuk menciptakan konflik horizontal dan mengelabui masyarakat dalam rangka mencapai tujuan tertentu
Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua.

Papua

Nubuatan ini, saya tulis denganĀ  pensil tulang -belulang dan tintanya air mata dan darah rakyat dan bangsa Papua Barat.

Papua

Mengapa Negara Membiarkan Pembuat Berita Hoax Tentang Kondisi Kesehatan Bapak Lukas Enembe, Gubernur Papua?

Papua

PERMOHONAN DOA SUCI DARI ORANG-ORANG KUDUS UNTUK KESEMBUHAN KESEHATAN BAPAK LUKAS ENEMBE/ENUMBI GUBERNUR PAPUA

Papua

NILAI-NILAI LUHUR & ILAHl DALAM PERADABAN HIDUP SUKU LANI