Home / Reality/Fact

Sunday, 26 June 2022 - 20:48 WIB

Usulan Provinsi Tapanuli Yang Diabaikan 42 Tahun Dan 7 Provinsi Boneka Indonesia Di Tanah Papua Tanpa Diusulkan Rakyat Papua

Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua. Gembala DR. A.G. Socratez Yoman,MA

Foto Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua. Gembala DR. A.G. Socratez Yoman,MA

Realitas: Ada apa di Tapanuli dan Papua?

USULAN PROVINSI TAPANULI YANG DIABAIKAN 42 TAHUN DAN 7 PROVINSI BONEKA INDONESIA DI TANAH PAPUA TANPA DIUSULKAN RAKYAT PAPUA

Oleh Gembala DR. A.G. Socratez Yoman

Pada 26 Juni 2022, Hotland Sitorus membaca dua artikel saya tanggal 24 Juni 2022 dan 25 Juni 2022  yang berjudul:

  1. 7 PROVINSI BONEKA ALA IR. JOKO WIDODO DI TANAH PAPUA  DAN 4 NEGARA BONEKA ALA PETER W.BOTHA DI AFRIKA SELATAN DAN AKTOR-AKTORNYA
  2. 7 PROVINSI BONEKA INDONESIA DI TANAH PAPUA BUKAN JALAN PENYELESAIAN AKAR PERSOALAN KONFLIK PAPUA, PELANGGARAN BERAT HAM DAN KETIDAKADILAN

Setelah Hotland Sitorus membaca dan memberikan tanggapan sebagai berikut;

“Sangat setuju Pak Socratez. Satu dari seribu fakta yang ingin saya sebutkan adalah, Provinsi Tapanuli yang dirindukan oleh Bangsa Batak dan sudah diusulkan sekitar tahun 80-an belum terealisasi, justru sebaliknya Papua tanpa perencanaan yang jauh sebelumnya terkesan terburu-buru dimekarkan.
Ada apa ya? Pemekaran bukan solusi terbaik, pemekaran hanyalah cara penguasa untuk ‘melemahkan’ jati diri rakyat Papua.”

Sementara Pdt. Max Lawalata  pada  6 Juni dan 26 Juni 2022 menyatakan: “

“Saya, kami, belajar sesuatu tentang Papua.Suatu kehormatan bagi saya.
Saya banyak sekali belajar dari tulisan-tulisan bapa Gembala. Talenta yang Tuhan beri, telah dan terus menghasilkan karya tulis yang memberkati begitu banyak orang, dan pada waktu-Nya, membebaskan Papua dari kolonial Indonesia. Menurut beta, Papua lepas itu ‘hanya soal waktu’. Kapan waktunya?
“In HIS time”

BACA JUGA  Presiden Benny Wenda Dan Pemerintah Sementara Ulmwp Telah Capai Kemenangan Besar Bangsa Papua

Sedangkan Sihol Manullang pada 18 Juni 2022 memberikan komentar sebagai berikut:

“Semoga sukes Pak Pendeta Socratez. Perjalanan Bangsa Israel juga tak mudah dan berliku. Satu hal yang harus dilakukan, semangat itu harus tetap disuburkan. Terutama kepada generasi muda. Jika tidak, tak akan pernah terealisasi.”

“Dari gaya menulis Bapak, saya yakin, kita sesama pengagum Pramudya Ananta Toer… saya yakin. Kalau ada buku Pram yang Bapak belum baca, semoga saya bisa membantu. Pak Pendeta Socratez, Belanda “mendaya-gunakan” kraton-kraton untuk menindas rakyatnya sendiri. Itulah yang terjadi dengan pemekaran, menciptakan kraton-kraton baru.”

Kembali pada topik. Ada apa di Tapanuli? Ada apa di Papua? Mengapa provinsi Tapanuli diusulkan tahun 1980-an, selama 42 tahun belum dibahas dan disetujui di pusat?

Apakah Bangsa Batak harus mengubah diri menjadi  seperti orang Jawa?

Apakah Bangsa Batak harus menyatakan Merdeka lepas dari Jawa?

Apakah Bangsa Batak harus ada pemimpin Tapunuli Merdeka di luar Negeri seperti Benny Wenda Ketua ULMWP dan Presiden Pemerintahan Sementara bangsa Papua yang berkedudukan di Oxford, Inggris

Karena, 7 provinsi BONEKA Indonesia di TANAH Papua ini mesin pembunuh dan pemusnah orang asli Papua. Kami mengerti dan sadar misi jahat penguasa kolonial Indonesia yang berwatak rasis, fasis, militeristik, kapitalis, dan kriminal dan barbar ini.

BACA JUGA  Indonesia Menghadapi Tantangan Solidaritas Kemanusiaan Dari ULMWP-MSG-PIF-ACP-MEDIA ASING- Rakyat Indonesia- Rakyat Papua, Dewan Gereja Papua, 57 Pastor Pribumi Papua & Masih Banyak Lagi

Misi jahat Indonesia dibungkus atau disembunyikan melalui 7 provinsi BONEKA Indonesia.  Ada beberapa tujuan busuk dan misi kotor  penguasa Indonesia sebagai berikut:

100%   kepentingan politik dengan tujuan untuk pendudukan dan penjajahan atas bangsa Papua.

100%  untuk kepentingan militer dan kepolisian.

100% untuk orang-orang asing Indonesia atau migran dari Indonesia.

100% untuk meminggirkan atau memarginalkan dan memusnahkan orang asli Papua dari TANAH leluhur mereka dan digantikan dengan kaum migran.

100%  untuk memperlemah dan memecah-belah orang asli Papua (politik adu domba).

100% untuk merampok, mencuri dan menjarah sumber daya alam di seluruh TANAH Papua, seperti perampokkan di siang bolong dengan membangun SMELTER di Jawa, pusat kekuasaan bangsa kolonial modern Indonesia.

100% sebagai bentuk kepanikan  penguasa kolonial Indonesia atas pergerakan rakyat dan bangsa Papua untuk merdeka melalui wadah ULMWP dalam berbagai forum dalam komunitas global.

Doa dan harapan saya, tulisan ini menjadi berkat. Selamat membaca.

Ita Wakhu Purom,  Minggu, 26 Juni 2022

Penulis:

  1. Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua.
  2. Pendiri, Pengurus dan Anggota Dewan Gereja Papua (WPCC).
  3. Anggota Konferensi Gereja-gereja Pasifik (PCC).
  4. Anggota Baptist World Alliance (BWA).

Nomor kontak penulis: 08124888458/HP/WA

Share :

Baca Juga

pdt-socratez-sofyan-yoman

Reality/Fact

H.A. Hendropriyono Menghina, Melecehkan Dan Merendahkan Martabat Orang Manado Dan Orang Papua
INDONESIA MENGHADAPI TANTANGAN

Reality/Fact

Indonesia Menghadapi Tantangan Solidaritas Kemanusiaan Dari ULMWP-MSG-PIF-ACP-MEDIA ASING- Rakyat Indonesia- Rakyat Papua, Dewan Gereja Papua, 57 Pastor Pribumi Papua & Masih Banyak Lagi
pdt-socratez-sofyan-yoman

Reality/Fact

Pak Tonny pernyataan yang tidak bermoral, tidak bermartabat dan sangat menghina dan melecehkan rakyat dan bangsa Papua pada umumnnya dan lebih khusus rakyat Pegunungan Papua
pdt-socratez-sofyan-yoman

Reality/Fact

TNI-PORLI Merupakan Akar/Jantung Persoalan Kekerasan & Kejahatan Kemanusiaan Di Papua

Reality/Fact

Belajar Perbedaan Untuk Membangun Masa Depan Papua Yang Mandiri Dan Kuat

Reality/Fact

ADA TIGA KELOMPOK GEREJA BAPTIS DI TANAH WEST PAPUA: ADA PEMIMPIN, ADA KANTOR & ADA LOGO BERBEDA
pdt-socratez-sofyan-yoman

Reality/Fact

KAMI MAU MERDEKA DI ATAS TANAH LELUHUR KAMI DAN OTSUS ADA KARENA TUNTUTAN MERDEKA BANGSA PAPUA BARAT DARI SORONG-MERAUKE
Dr. Socratez Sofyan Yoman, MA

Reality/Fact

Kita Berbeda Dalam Pandangan Ideologi Dan Keyakinan Iman, Tapi, Kita Tetap Bersaudara Dalam Nilai Kemanusiaan & Kesamaan Derajat